Pada kegiatan Haul Syekh Nasidan bin Aidan yang ketiga, Habib Umar bin Salim al Haddad menjelaskan, dalam Kitab Majma’ul Bahrain karya Asy Syaikh Ma’ruf bin Muhammad Bajammal terdapat kisah seseorang yang lebih banyak dosanya daripada kebaikannya. Ketika ia meninggal, malaikat buru-buru ingin memasukkannya ke dalam neraka. Namun atas rahmat Allah Swt., Dia memerintahkan Jibril untuk menolong hamba-Nya tersebut. “Is’alhu, Ya Jibril, tanyakan kepadanya, apakah ia pernah duduk di dalam majelisnya orang-orang alim selama di dunia? Jika iya, maka masukkanlah ke dalam surga dengan syafaatnya orang-orang yang di majelis tersebut.” Lalu Jibril bertanya kepada si Fulan dan ia menjawab tidak pernah....
Abuya Mama Ghufron al Bantani Sampaikan Tiga Unsur Utama Pada Peringatan Haul Syekh Nasidan bin Aidan di Tangerang
Tangerang, JATMAN Online – Peringatan haul Syekh Nasidan bin Aidan atau Uyut Icang yang digelar oleh zuriyah ke – 4, KH. Abuya Hafiz Gunawan pada Rabu (18/01) di Pondok Pesantren Miftahul Khaer 3, Kabupaten Tangerang menghadirkan banyak ulama dan habaib di antaranya Mama Ghufron al Bantani. Mursyid Thariqah Qadiriyah wa Naqsabandiyah tersebut hadir dengan menyampaikan dalam bahasa sunda bahwa haul itu terdiri dari tiga hal, “Ini haul yang ketiga ya? Apa maksud yang ketiga? Akhlak, iman, taqwa. 3 unsur.” Menurutnya, hal tersebut saling berkaitan untuk mempersatukan umat dan saling menghargai untuk mewujudkan kedamaian cinta dan kasih. Sementara itu, ulama yang telah mengarang...
Urgensi Akhlak yang Baik Kepada Sesama Manusia
Akhlak merupakan pondasi seseorang bergaul dengan siapapun dan navigasi dalam membangun kehidupan yang sejahtera untuk mencapai kebahagiaan. Akhlak kepada sesama manusia harus diwujudkan dengan cara-cara yang mulia seperti menampakkan wajah yang ceria, penuh kasih sayang, tenggang rasa dan sopan santun dalam menyerukan dakwah kepada orang yang baik maupun jahat tanpa menjilat dan mencari muka. Ketika menyampaikan dakwah khususnya, Allah berulang kali menyinggung dalam ayat-ayat al-Quran seperti pada Surat Thaha ayat 44, yaitu ketika Nabi Musa as. dan Nabi Harun as. mengajak Fir’aun untuk menyembah Allah Swt. Sekelas Fir’aun yang congkak dan sombong saja Allah perintahkan untuk didakwahkan dengan cara yang...
KH. Yahya Cholil Staquf: Jember Adalah Percontohan Pendirian BUMNU Pertama di Indonesia
Jember, JATMAN Online – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH. Yahya Cholil Staquf mengatakan organisasinya menjadikan Kabupaten Jember, Jawa Timur, sebagai percontohan pendirian badan usaha milik Nahdlatul Ulama (BUMNU) yang pertama di Indonesia. “BUMNU Jember itu akan menjadi salah satu unit usaha yang bergerak di sektor pangan sehingga bisa mempengaruhi dinamika pasar dan memangkas rantai pemasaran yang panjang,” katanya saat menghadiri Silaturahim Akbar PBNU di Aula PB Sudirman Kantor Pemerintah Kabupaten Jember, Selasa (10/1) kemarin. Ia mengatakan PBNU telah berinvestasi untuk pendirian BUMNU Jember sebesar Rp12,5 miliar dan pihaknya menargetkan badan usaha itu sudah mulai beroperasi pada Februari 2023 yang bertepatan...
Shalawat Munjiyat dan Faedahnya
Shalawat Munjiyat secara bahasa memiliki arti Shalawat Penyelamat. Shalawat tersebut adalah salah satu shalawat yang sering dibaca setelah melaksanakan shalat wajib yang memiliki banyak faedah dan khasiat. Salah satu ulama Thariqah Syadziliyah, Syekh As-Shalih Musa ad-Dlarir yang disebutkan dalam kitab al-Fajr al-Munir fi as-Shalat ala al-Basyir wa an-Nadzir diceritakan bahwa ketika ia sedang mengendarai perahu di tengah laut, ternyata ada badai ‘Aqlabiyah’ yang datang menghempas perahunya dan sedikit sekali orang yang akan selamat dari badai tersebut. Semua orang berteriak karena mereka takut tenggelam. Pada saat itu, Syekh Shalih malah terserang kantuk yang sangat sehingga membuatnya tertidur. Dalam tidurnya itu, ia bermimpi melihat...
Dialog Awal Tahun 2023: Keberagaman atau Keseragaman
Setiap akhir tahun, fenomena isu-isu keagamaan dan keberagamaan senantiasa hadir menjadi trending topik di media, khususnya media sosial. Seolah mengasah sikap beberagamaan, wacana yang hadir meskipun sudah lama menjadi perbincangan para alim ulama, namun seperti sebuah musim, akan hadir membawa nuansa tersendiri. Suasana tersebut ada yang menyikapi secara serius, santai atau bahkan tidak peduli. Bagaimana kita seharusnya mengambil sikap? Hari Ahad, 01 Januari 2023 di Pusat Zawiyah Majelis Ikhwan Tarekat Al-Muhammadiyah menginisiasi dialog awal tahun. Telah hadir berbagai tokoh ulama dan pakar Islam menggali kembali khazanah Islam dan kebangsaan. Mengawali dialog, Dr. Firdaus Muhammad, M. Ag. (Dekan Fakultas Dakwah UIN...
Hadiri Harlah NU dan Haul Syekh Tuan Guru Ali Jambi, Habib Luthfi Sampaikan Pentingnya Menjaga Prasangka
Tanjung Jabung Barat, JATMAN Online – Pengurus MWC Nahdlatul Ulama (NU) Tanjung Jabung Barat bekerja sama dengan Yayasan Tiga Sekawan Soleh Al-Mubarok dan Pengurus Jam’iyah Ahli Thariqah al-Muktabarah an-Nahdliyyah (JATMAN) beserta banom NU lainnya menggelar acara Maulid Akbar dalam rangka harlah 1 Abad NU dan Haul Syekh Muhammad Ali bin Abdul Wahab sekaligus peletakan batu pertama Pondok Pesantren Soleh Al Mubarok, Rabu (22/02). Kegiatan yang dikomandoi oleh H. Mubarok Asngari selaku pembina Yayasan Tiga Sekawan Soleh Al-Mubarok tersebut juga dihadiri oleh Rais Am JATMAN, Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya. Dalam tausiyahnya, Habib Luthfi bin Yahya menyampaikan poin...
Memahami Wahdat al-Syuhud dalam Konsep Tasawuf
Pengertian Wahdat al-Syuhud Al-Wahdat al- Syuhud yang secara etimulogi berarti kesendirian, keadaan bersendiri, kesatuan, keesaan. Syuhud jamak dari syahada yang berarti saksi. Pelakunya Al-Musyaahad yang berarti penonton, penyaksi. Dalam pengertianya, Al-Wahdah al-yuhud atau dikenal juga tauhid Syuhud menurut Ansari adalah “melihat Zat Tunggal; dalam persepsi seorang sufi tidak ada sesuatu kecuali Zat Tunggal Tauhid syuhud dalam perspektif Syekh Sirhindi adalah melihat Dzat Tunggal, artinya bahwa dalam persepsi seorang salik tidak ada yang dilihat selain Dzat Tunggal. Istilah “Mempersepsi bukan berarti menganggap yang lain tidak ada. Karena itu jika dalam konsep ini disebut “Penyatuan dengan Tuhan”, maka hal itu tetap dalam konteks dualitas, dan itu berarti...
Kitab Al-Haqibah; Kompilasi Doa, Shalawat dan Wirid yang Disusun oleh Ayah Gus Mus
KH. Bisri Mustofa yang merupakan ayah dari KH. Mustofa Bisri atau yang akrab disapa Gus Mus, di masa hidupnya adalah ulama yang produktif menulis kitab dengan berbahasa Arab – Pegon atau Arab – Jawa. Banyak karyanya yang menjadi rujukan keilmuan hingga saat ini mulai dari bidang tafsir, fiqih, sejarah hingga bahasa Arab. Selain dari sekian banyak karyanya tersebut, Kiai Bisri juga mengumpulkan doa-doa dan ijazah wirid dari guru-gurunya yang dikumpulkan dan disusun dalam sebuah kitab yang bernama Al-Haqibah yang terdiri dari dua jilid untuk diamalkan oleh segenap santri dan masyarakat umum. Wirid-wirid tersebut antara lain berasal dari Mbah Kiai Wahab...
Kampung Kauman Peninggalan Agamawan, Benarkah?
Di Pulau Jawa, nama desa atau kampung ‘Kauman’ berada di banyak titik yang tersebar di beberapa provinsi seperti Yogyakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Di Yogyakarta, nama desa atau kempung Kauman terletak di Kecamatan Gondomanan, Yogyakarta. Bahkan di sana berdiri pula sebuah masjid yang juga bernama Masjid Gedhe Kauman, di mana masjid tersebut merupakan masjid utama Kesultanan Yogyakarta. Adapun di Jawa Tengah, nama Kauman menjadi desa atau kampung di beberapa kecamatan dan kabupaten, seperti di Kudus, Jepara, Batang, Kecamatan Juwana di Pati, Kecamatan Comal di Pemalang, Kecamatan Wiradesa di Pekalongan, Kecamatan Polanharjo di Klaten, Kecamatan Ngeluwar di Magelang dan lain-lain....