Mengenal Kiai Abdul Hadi Langitan dan Karyanya Syi’ir Taqwa

KH. Abdul Hadi Zahid adalah pengasuh ke-4 Pondok Pesantren Langitan. Ia lahir di Desa Kauman, Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan pada tanggal 17 Rabiul Awwal 1309 H. Sejak berusia sebelas tahun beliau sudah mulai belajar di Pondok Pesantren Langitan hingga usia sembilan belas tahun, dan atas saran KH. Muhammad Khozin beliau melanjutkan studi di Pesantren Kademangan Bangkalan Madura di bawah asuhan KH. Kholil selama tiga tahun. Pada usia 13 tahun, beliau belajar di Pesantren Jamsaren Solo asuhan KH. Idris. Setelah itu beliau kembali lagi nyatri di Pondok Pesantren Langitan hingga pada usia 25 tahun, dan diambil menantu oleh KH. Muhammad Khozin,...

JATMAN Nganjuk Sediakan 1000 Kopi untuk Musykerwil NU Jatim

Nganjuk, JATMAN Online – Jam’iyyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyyah (JATMAN) saat ini sudah banyak berdiri di berbagai daerah di Indonesia. Namun, keberadaannya terkadang belum banyak diketahui oleh masyarakat umum. Idarah Syu’biyyah JATMAN wilayah Nganjuk memiliki cara lain untuk meningkatkan eksistensinya di khalayak umum. Pasalnya, JATMAN mendirikan stand khusus yang menyediakan seribu kopi gratis untuk peserta yang hadir dalam kegiatan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) NU Jawa Timur pada Ahad (25/12). Di lansir dari jatim.nu.or.id, menurut Sekretaris JATMAN Nganjuk, MH Amienuloh Sahal bahwa stand ini adalah salah satu upaya agar organisasi JATMAN dapat disadari keberadaannya oleh masyarakat. “Stand ini merupakan salah satu upaya untuk...

Inilah Kisah dan Faedah di Balik Viralnya Shalawat Busyro

Shalawat Busyro belakangan ini telah menjadi salah satu shalawat yang banyak dilantunkan oleh masyarakat Muslim di Indonesia karena menjadi amat viral di media sosial khususnya di platform Youtube. Namun apakah sebetulnya kisah dan faedah yang ada dibalik shalawat tersebut? Menurut penjelasan Habib Segaf bin Hasan Baharun, Rektor UII Dalwa Pasuruan, ketika disowani oleh salah satu tim JATMAN Online, shalawat ini diijazahkan langsung oleh Rasulullah Saw. melalui mimpi yang dialami salah satu putra Habib Hasan Baharun (Habib Segaf tidak menyebutkan secara jelas siapa nama yang dimaksud). Pada suatu malam, Habib tersebut bermimpi didatangi oleh Rasulullah Saw. yang membacakan Shalawat Busyro kepadanya berikut...

Mengenal KH Muntaha Bojonegoro, Mursyid Thariqah Syathariyah dan Pejuang Kemerdekaan

Bojonegoro merupakan salah satu kabupaten yang berada di Jawa Timur dengan kondisi wilayah berupa perbukitan, perkebunan dan hutan-hutan. Berdasarkan fakta sejarah, Bojonegoro di masa lampau masuk dalam daerah teritorial Kerajaan Majapahit. Setelah Majapahit runtuh bersamaan dengan berdirinya Kesultanan Islam Demak oleh Raden Fatah, maka secara otomatis Bojonegoro menjadi wilayah Islam. Pada masa-masa selanjutnya, terjadi pergolakan kekuasaan antara petinggi-petinggi Kesultanan Demak yang menyebabkan berdirinya Kesultanan Pajang dengan rajanya Raden Jaka Tinggkir pada tahun 1568. Sehingga mengakibatkan berpindahnya kedaulatan Bojonegoro menjadi wilayah Pajang, Dengan berbagai rentetan sejarah Islam yang panjang bahkan hingga saat ini, akhirnya banyak ulama-ulama yang lahir dan menjadi tonggak...

Terorisme, Musuh Besar Ajaran Tasawuf

Peristiwa aksi bom bunuh diri yang terjadi di Polsek Astana Anyar, Bandung, pada Rabu (07/12) merupakan satu dari ratusan upaya terorisme yang dilancarkan di Indonesia. Aksi ini merupakan hasil dari indoktrinisasi oleh sekelompok orang yang menganggap bahwa Indonesia tidak sah sebagai sebuah negara, karena tidak berlandasakan pada syariat Islam sebagai dasar hukum negara. Oleh sebab itu, seluruh unsur pemerintah termasuk polisi, ASN dan aparatur lainnya adalah thaghut yang wajib diperangi melalui aksi yang mengatasnamakan jihad di jalan Allah. Kata “Jihad” sendiri yang menjadi sebuah “brand” dalam setiap pelancaran aksi terorisme saat ini mengalami pergeseran makna yang ekstrem sejak digunakan oleh kelompok-kelompok ekstremis...

Penjelasan Muraqabah 20 dalam Tarekat Qadiriyah Naqsabandiyah

Syekh Ahmad Khatib Syambas ibnu Abdul Ghaffar Ra. pendiri  Tarekat Qadiriyah Wa Naqsyabandiyah dalam kitab Fathul Arifin mengatakan bahwa muraqabah itu ada 20, yaitu 1. Muraqabah Ahadiyah Yaitu, mengingat Allah Swt. dengan i’tikad yang kuat, merasakan kehadiran-Nya bahwa Allah mengawasi dalam Zat, Sifat dan Af’al-Nya, serta mengingat Sifat 20 yang wajib bagi Allah beserta sifat Muhal bagi-Nya. Adapun kegunaan dari muraqabah ini adalah berharap akan memperoleh anugerah keutamaan Allah dari arah yang enam (atas, bawah, depan, belakang, kanan dan kiri) dari sifat Jaiz Allah Swt. Dalil dari Muraqabah Ahadiyah adalah, قُلْ هُوَاللهُ اَحَدٌ “Katakanlah sesungguhnya Allah itu adalah Zat yang Maha...

Sekilas Tentang Kiai Sulaiman, Pendiri PP Thariqah Sulaiman Madiun

Kiai Muhammad Sulaiman lahir dan besar di Jogomerto Nganjuk. Setelah selesai tarbiyah suluk dan mendapatkan ijazah kemursyidan dari Syekh Umar Klaling Kudus, pada tahun 1902 ia diambil mantu oleh Kiai Hasanawi bin Kiai Hanifa bin Kiai Ilyas cucu Panembahan Batoro Katong Ponorogo yang kemudian menetap di Desa Lebak Ayu, Kec. Sawahan, Kabupaten Madiun. Kiai Muhammad Sulaiman selanjutnya membuka dan mengasuh Pondok Pesulukan Thariqah Naqsabandiyah Khalidiyah di Lebak Ayu sampai wafat pada tanggal 18 Ramadhan 1934 dan dimakamkan di Sitihinggil kompleks pemakaman umum Desa Lebak Ayu. Baca juga: Ponpes Thariqah Sulaiman; Padepokan Suluk Naqsabandiyah Khalidiyah Madiun Selama mengasuh pondok pesulukannya, Kiai Sulaiman...

Kisah Perpisahan Dua Mistikus Islam Yang Menyedihkan (2)

Kisah penangkapan dan eksekusi atas Abu Mansur al-Hallaj sangat menyentuh. Suatu hari, ia berkata kepada sahabatnya, Asy-Syibli, bahwa ia sibuk dengan tugas amat penting yang bakal mengantarkan dirinya pada kematiannya. Pada akhir tahun 902 Masehi, Al-Hallaj ditangkap ketika sedang mengadakan perjalanan di Thus. Tiga hari lamanya ia dipamerkan kepada khalayak ramai kemudian dipenjarakan. Pada tahun 909 Masehi, Menteri Hamid berusaha sekuat tenaga untuk menyeretnya ke hukuman mati. Sehingga mereka harus menemukan bukti-bukti yang dapat membuat Al-Hallaj dijatuhi hukuman mati. Dalam penggeledahan di rumah-rumah pengikutnya, polisi menemukan bagian-bagian surat yang ditulis dengan huruf-huruf yang tidak jelas yang mungkin merupakan kaligrafi nama...

Mengenal KH. Muhammad Amnan, Mursyid Thariqah Naqsabandiyah Khalidiyah Talok Ngawi

Sanad Keilmuan KH. Muhammad Amnan KH. Muhammad Amnan lahir di Trenggalek dan dibesarkan dari kalangan keluarga yang agamis. Sejak kecil ia diasuh dan dididik agama langsung oleh kakeknya yang merupakan seorang ulama. Di usianya yang baru tujuh tahun, Kiai Amnan diajak ibunya pindah ke Pacitan dan di sana ia belajar di Pondok Pesantren Termas asuhan KH. Dinyati. Sekitar usia empat belas tahun, Kiai Amnan kembali ke Trenggalek bersama ibunya dan melanjutkan belajar di sana dan di beberapa kiai. Pada usia tujuh belas tahun Kiai Amnan mulai menimba ilmu di Pondok Pesantren KH. Khasan Minhaj Kebonsari Trenggalek. Dari KH. Khasan Minhaj...

Berikut Ajaran Thariqah Naqsabandiyah Khalidiyah

Nama Thariqah Naqsabandiyah Khalidiyah dinisbatkan dari dua ulama tarekat besar yaitu Syekh Bahauddin an-Naqsanbandi dan Syekh Maulana Khalid al-Baghdadi dari jalur sahabat Abu Bakar ash-Shiddiq. Berikut ini merupakan amalan yang diajarkan dalam Thariqah Naqsabandiyah Khalidiyah: 1. Berpegang teguh pada akidah-akidah ahlus Sunnah 2. Meninggalkan rukhshah 3. Mengambil hukum-hukum yang berat 4. Melanggengkan muraqabah 5. Selalu menghadap pada Tuhannya 6. Berpaling dari hiruk pikuk dunia, bahkan segala sesuatu selain Allah Swt. dan bisa menghasilkan hadirnya hati agar terbiasa sehingga mejadi watak 7. Merasa sepi dalam keramaian, dan melakukan sesuatu yang bisa diambil manfaatnya atau memberi manfaat di dalam ilmu agama 8....