Syarat-syarat Thariqah Mu’tabarah Menurut Sayyid Abdur Rahim Assegaf Puang Makka

Makassar, JATMAN Online – Syarat-syarat thariqah yang disampaikan oleh Sayyid Abdur Rahim Assegaf Puang Makka pada JOL Discussion seri ke-3 yang diselenggarakan Jumat lalu (26/08) terbagi menjadi dua. Pertama, berdasarkan pandangannya, thariqah mu’tabarah wajib memiliki ke-muttashilan sanad yang jelas. Sanad yang ada pada thariqah itu berfungsi sebagaimana sanad yang terdapat dalam hadis. Sanad yang bersambung ini memiliki peranan penting untuk menjaga otensitas ajaran dari sebuah thariqah yang diperoleh dari mursyid yang saat ini kita temui, dan ia juga bertemu dengan mursyid sebelumnya dan seterusnya. Pertemuan ini bukan hanya sebatas mengambil ijazah saja, melainkan juga diiringi dengan proses tarbiyah ilmu dan tarbiyah ruhaniyah. Kedua, selain dilihat...

Apakah Ada Ciri-ciri yang Bisa Dilihat Orang Awam, Agar Bisa Mengetahui Thariqah yang Diikutinya adalah Thariqah Muktabarah atau Tidak?

Pertanyaan: Apakah ada ciri-ciri yang bisa dilihat orang awam, agar bisa mengetahui apakah thariqah yang diikutinya adalah thariqah muktabarah atau tidak? Jawaban: Diihat dari aspek praktik, salah satu yang mengindikasikan thariqah tersebut muktabarah atau tidak adalah tertib dalam aspek syariat, yang mana syariatnya sudah meliputi zahir dan batin. Ulama-ulama mursyid yang memiliki kedalaman hati akan dapat mendeteksi siapapun yang hadir di hadapannya. Itu salah satu deteksi bashiratul qalbi seorang masyayikh, yaitu kasyaf dan itu menjadi ciri-ciri mursyid thariqah yang muktabarah di samping juga memiliki kelembutan hati dan memiliki akhlakul karimah. Di samping itu, Sayyid Abdur Rahim Assegaf Puang Makka menambahkan bahwa secara...

Menghidupkan Manusia Dari Kubur

Pada suatu hari Syekh Abdul Qadir sedang berjalan-jalan di sekitar kota Baghdad. Saat berjalan-jalan itu, di sudut tempat, ia melihat dua orang Islam dan Nasrani yang sedang berdebat. Perdebatan kedua orang ini seputar tentang lebih mulia mana antara Nabi Muhammad saw. dengan Nabi Isa as. Laki-laki yang beragama Islam jelas mengatakan bahwa Nabi Muhammad saw. lebih mulia dari Nabi Isa as. Sebaliknya laki-laki Nasrani meyakini bahwa Nabi Isa as. lebih mulia dari Nabi Muhammad saw. Karena perdebatan tersebut sedemikian sengitnya, maka Syekh Abdul Qadir pun menghampiri keduanya. Syekh Abdul Qadir bertanya kepada keduanya, ada apa sesungguhnya di antara mereka. Mereka...

Mengenal Syekh Abul Fadhol al-Senory, Ulama Kampung yang Go International

Syekh Abu al Fadhol al Senori atau Kiai Fadhol adalah putra dari pasangan ulama KH. Abdus Syakur bersama istrinya Nyai Sumiah yang lahir pada tahun 1917 M. Dilihat dari nasab ayahnya, Kiai Fadhol bukanlah keturunan orang sembarangan. Kakeknya dari jalur ayah, yang bernama Kiai Muhsin adalah ulama dari Karangmangu, Sarang yang merupakan putra dari Mbah Saman bin Yaman, yaitu seorang pejuang dari pasukan Pangeran Diponegoro yang gigih membela negara. Adapun neneknya dari jalur ayah yang bernama Mbah Denok berasal dari keturunan pengusaha Kesultanan Surakarta, yaitu Raden Diloyo. Mbah Denok merupakan ulama perempuan yang alim dan zuhud. Ia adalah perempuan yang...

Bekasi Kembali Menjadi Lokasi Berdirinya Ureka Mart

Bekasi, JATMAN Online – Bekasi kembali menjadi lokasi peresmian berdirinya Ureka Mart yang ke-13. Peresmian ini dilakukan di di Ponpes Pesantren Al-Inayah yang beralamat di Jl. Bintara RT 04/ RW 03 No. 01 Kel. Bintara Kec. Bekasi Barat Kota Bekasi, di bawah pimpinan Kiai Hasan dan Kiai Toto pada Minggu (13/08). Pada kegiatan tersebut, hadir pula Direktur Utama PT Ureka Indonesia, yang juga menjabat sebagai Komite Pemberdayaan Desa, Pesantren dan UKM Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Ibu Trie Handayani, yang juga didampingi oleh Bapak Aman Subagio, selaku Komisaris Utama PT Ureka Indonesia sekaligus sebagai Mudir Tsani JATMAN. Pembukaan Ureka Mart di Ponpes Al-Inayah...

Pujian Syekh Muhammad Amin untuk Habib Luthfi bin Yahya

Pekalongan, JATMAN Online – Ada yang istimewa pada pelaksanaan Ngaji Kliwonan di Kanzus Shalawat pada hari ini, Jumat (12/08). Hadir di tengah-tengah para hadirin, Syekh Muhammad Amin, putra dari guru Habibuna Muhammad Luthfi bin Yahya, yaitu Syekh Sa’ad sewaktu menuntut ilmu di Mekkah dan melaluinya, Habibuna mendapatkan sanad Thariqah Sadziliyah Darqowiyah. Pada kesempatan tersebut, Syekh Muhammad Amin dipersilakan oleh Habibuna untuk memberikan beberapa untaian kalimat dan nasihat kepada jamaah. Menurutnya, hal itu sebetulnya tidak layak ia lakukan, namun karena untuk menghormati yang memerintah, maka Syekh Muhammad Amin berkata dalam Bahasa Arab kemudian diterjemahkan sebagai berikut, “Sebenarnya saya tidak pantas berbicara di hadapan...

Bagaimana Jika Ahli Thariqah Mengungkapkan Kondisi Batin Secara Frontal?

Pertanyaan: Bagaimana jika ahli thariqah mengungkapkan kondisi batin secara frontal? Jawaban: Ahli Thariqah mengetahui kondisi batinnya berdasarkan ilham yang diperoleh. Adapun Ilham itu ada yang akurasinya benar-benar bersumber dari Allah Swt. sebagai pengganti wahyu yang sudah tidak lagi turun karena sudah tidak ada nabi dan rasul yang diutus oleh Allah Swt. Sehingga kalam-kalam Allah dan petunjuk-Nya yang masih dikehendaki itu dikirimkan dalam bentuk lain, yaitu ilham. Kemudian karena ilham itu petunjuk yang langsung masuk ke dalam hati sesorang, meskipun tanpa belajar dan bicara, ia bisa tiba-tiba mengerti. Artinya, itu termasuk masalah gaib, dan masalah gaib itu sering menimbulkan kontroversi manakala...

Gandum yang Tidak Pernah Habis

Pada suatu hari Syekh Abul Abbas menceritakan bahwa dirinya mengeluh kepada Syekh Abdul Qadir al-Jilani soal kesulitan ekonomi. Ia merasa sangat berat menanggung beban nafkah untuk keluarganya. Apalagi saat itu krisis pangan sedang melanda Baghdad. Setelah mendengar keluhan sahabatnya itu, Syekh Abdul Qadir pun bergegas untuk menolongnya. Saat itu juga Syekh Abdul Qadir mengambil secangkir gandum dan memberikannya kepada Syekh Abul Abbas. Sambil memberikan secangkir gandum, Syekh Abdul Qadir berkata, “Abul Abbas, taruhlah secangkir gandum ini di dalam sebuah gentong dan tutup di atasnya dan berilah lubang di sampingnya. Lalu keluarkan gandum tersebut dari lubang itu saat kamu hendak memasaknya...

Model-model Pembersihan jiwa (Tazkiyatun Nafs)

Pembersihan jiwa atau Tazkiyatun Nafs adalah upaya menghilangkan keburukan-keburukan yang sudah lama terbenam dalam hati hamba. Proses ini berfungsi untuk menyiapkan diri menerima cahaya dari Allah Swt. Karena tidak mungkin cahaya bisa masuk dalam ruang yang gelap tanpa adanya setitik kebaikan di dalamnya. Gelapnya hati inilah hijab yang menghalangi makrifat terhadap Allah. Oleh sebab itu, untuk membersihkan hati dari kotoran-kotoran tersebut perlu dilakukan beberapa cara, di antaranya: 1. Lapar (Al-Ju’) Sesungguhnya lapar merupakan keadaan ahli hakikat. Menurut al-Ghazali, lapar dapat mengurangi dan memutihan darah dalam hati (al-qalb). Putihnya darah adalah cahayanya. Dengan cahaya dapat menghancurkan lemak hati. Hancurnya lemak dapat melembutkan hati dan hati...

Sufi adalah Golongan Ahlus Sunnah wal Jamaah

Permasalahan apakah orang-orang sufi termasuk bagian dari Ahlus Sunnah wal Jamaah adalah sebuah polemik yang dipertanyakan oleh sebagian orang yang belum mengenal tasawuf secara utuh. Bahkan banyak anggapan bahwa ajaran ini berasal dari Hindu dan Budha dan para Filsuf Yunani. Menurut Syekh Abul Fadhol dalam Syarh Kawakib al-Lama’ah, ini terjadi karena kebanyakan orang muslim melihat adanya kemiripan antara tokoh-tokoh sufi dan kebiasaan orang-orang Budha, termasuk dalam akhlak mereka, perilaku zuhud serta menahan hawa nafsu. Atas dasar inilah mereka menduga ada korelasi antara ajaran tasawuf dan Budha. Lebih ekstrem dari itu, ada ungkapan bahwa tokoh-tokoh sufi seperti Abu Yazid al-Busthami, Ma’ruf...