Banyuwangi, JATMAN Online – Jamaah dan Muhibbin Thariqah Naqsabandiyah Khalidiyah wa Qadiriyah pimpinan Kiai Ahmad Nafi’ yang juga pengasuh Ponpes Raden Rahmat Sunan Ampel mengadakan Halal Bihalal di Pondok Pesantren Mukhtar Syafa’ati Blokagung Banyuwangi pada Jumat (27/05). Pondok pesantren yang berada di bawah asuhan Nyai Hj. Mahmudah Ahmad tersebut mengundang beberapa tokoh ulama yang merupakan jamaah thariqah Naqsabandiyah Khalidiyah wa Qadiriyah seperti Kepala Ma’had Ali Ponpes Darusaalam Blokagung, pengurus JATMAN Banyuwangi dan pengurus MATAN Banyuwangi. Gus Zainu Naim yang merupakan kepala Ma’had Ali di Ponpes Darussalam Blokagung Banyuwangi ini mengatakan bahwa salah satu program studinya adalah tasawuf. Sehingga, kegiatan ini searah dengan...
JATMAN Jember Adakan Multaqa Mursyid se-Kabupaten Jember
Jember, JATMAN Online – Idarah Syu’biyyah JATMAN Jember mengadakan Multaqa Mursyid Muqoddam se-syu’biyyah Jember yang bertempat di di PP Al Amien Sabrang Ambulu Jember pada Kamis (26/05). Dalam kesempatan ini, hadir Rois Syu’biyyah Jember Kiai Nur Ali Amamu S.Pd. dan juga wakilnya Kiai Ahmad Nafi’ serta beberapa mursyid dan muqaddam dari berbagai thariqah di Kabupaten Jember seperti Mursyid Thariqah Naqsabandiyah Khalidiyah, Thariqah Qadiriyah Naqsabandiyah dan lain-lain. Kegiatan ini digelar dalam rangka menjalin dan merekatkan ukhuwah antar thariqah serta menampung saran dari para mursyid untuk mencapai tujuan berdirinya JATMAN. Adapun tujuan utama JATMAN ini terdiri dari tiga hal. Pertama, yaitu terlaksananya dan terintegrasinya...
Lima Hal yang Menjadikan Ilmu Tidak Bermanfaat
Ilmu secara bahasa adalah mengetahui, pengetahuan. Allah Swt. memiliki sifat Al-‘Ilm, berarti Yang Maha Mengetahui. Adapun pengetahuan manusia dan Allah dalam hal ini sangat jauh berbeda. Bagi manusia, pengetahuan adalah sesuatu yang dapat diperoleh manusia melalui pengamatan akal. Sedangkan bagi Allah, pengetahuan tidak memerlukan pengamatan akal, karena Allah lah sang pencipta akal. Semua perkara sudah Allah ketahui, sebelum dan sesudahnya juga sebab dan akibatnya. Aplikasi ilmu bagi manusia sangat terbatas, sehingga tidak semua ilmu dapat dimanfaatkan dengan baik. Dalam hadis Nabi Muhammad Saw., salah satu yang dapat terus mengalirkan pahala bagi manusia adalah ilmu yang bermanfaat. Artinya, jika ada ilmu yang bermanfaat,...
Makna Kalimat Al-Awal, Al-Akhir, Az-Zahir dan Al-Batin Menurut Abu Yazid Al-Bustami
Setiap karamah yang diberikan kepada waliyullah dengan rupa yang bermacam-macam itu sejatinya bersumber dari empat nama Allah Swt, yaitu الأول/Al-Awwal (Dzat Yang Maha Mengawali), الآخر/Al-Akhir (Dzat Yang Maha Mengakhiri),الظاهر/Az-Zahir (Dzat Yang Maha Menampakkan) danالباطن/Al-Batin (Dzat Yang Maha Menyembunyikan). Orang yang mendapatkan cahaya dari asma’ Al-Awal, ia akan dianugerahi Allah Swt. berupa disibukkan dengan perkara-perkara yang telah berlalu. Adapun orang yang mendapatkan cahaya dari asma’ Al-Akhir, ia akan dianugerahi Allah Swt. berupa dapat mengetahui apa yang akan ia hadapi pada hari-hari berikutnya. Selanjutnya, orang yang mendapatkan cahaya dari asma’ Az-Zahir, ia akan dianugerahi Allah Swt. berupa dapat mengundang hikmah dari segala yang diciptakan Allah dan kekuasaan-Nya. Sedangkan orang yang mendapatkan cahaya dari asma’...
Mengenal Kiai Djamhari Ponorogo, Pendekar dan Ulama Thariqah yang Nyaris Dilupakan Zaman
KH. Moch. Djamhari Ghozali Anwar merupakan ulama thariqah sekaligus Muassis Pondok Pesantren An-Nur, Trisono, Babadan, Ponorogo, Jawa Timur. Ia lahir dari pasangan suami istri Muhammad Darman dan Nyai Satinem dari Desa Banaran, Delopo, Madiun. Sewaktu kecil, Kiai Djamhari hanya berguru kepada ulama-ulama kampung. Barulah setelah itu ia melanjutkan pendidikannya di Pondok Pesantren Tebu Ireng di bawah asuhan KH. Hasyim Asyari. Belum seberapa lama Kiai belajar bersama Hadratussyekh, ia sudah diperintahkan oleh sang guru untuk melanjutkan pencarian ilmunya ke arah barat. Ini dikarenakan Kiai Hasyim sudah melihat potensi lain dalam diri Kiai Djamhari. Kemudian Kiai mengikuti perintah gurunya untuk terus berjalan...
Filosofi Memancing Menurut Ulama Thariqah
Setiap orang memiliki beragam cara yang berbeda-beda untuk menyalurkan hobinya. Terkadang, hobi tersebut terkesan tidak penting dan banyak menghabiskan waktu, memancing misalnya. KH. Hamim, seorang ulama thariqah dari Bojonegoro Jawa Timur mengatakan, bahwasannya memancing adalah kegiatan yang banyak disukai ulama. Untuk itu, tidak sedikit dari ulama yang menyalurkan hobi tersebut, bahkan di antaranya memiliki kolam ikan pribadi. Salah satu contoh ulama yang gemar memancing adalah Gus Miek. Sebagaimana banyak diceritakan, sewaktu Gus Miek masih mengenyam pendidikan pesantren di Lirboyo, ia kerap menghilang dari kamarnya. Rupanya setelah ditemukan, ia sedang memancing. Bahkan sejak kecil, ia sudah memiliki hobi melihat orang memancing...
Kecintaan Syekh Abdul Qadir terhadap Burung
Dikisahkan bahwa sebagian dari karamah Syekh Abdul Qadir al-Jilani banyak pula yang berkaitan dengan burung. Ketika Syekh Abdul Qadir sedang berwudlu, tiba-tiba ia dikotori oleh seekor burung pipit yang sedang terbang di atas kepalanya. Kemudian ia mengangkat kepala dan dilihatnya burung pipit itu, maka jatuhlah burung pipit dan mati. Kemudian pakaiannya yang terkena kotoran burung itu di cucinya dan disedekahkan karena menjadi sebab kematian seekor burung pipit. Ia lalu berkata, “Kalau sekiranya kami berdosa karena matinya seekor burung pipit, maka kain ini sebagai kifaratnya”. Baca juga: Kisah Terompah Syekh Abdul Qadir yang Menolong Orang dari Perampok Pada riwayat lainnya dikisahkan pula,...
Bahayanya Lubang di Hati
Untuk generasi tahun 2000-an, mungkin anda pernah mendengar lagu Letto yang berjudul, Lubang di Hati. Pada bait awalnya, terdapat lirik seperti ini, Kubuka mata dan kulihat duniaT’lah kuterima anugerah cintanya Tak pernah aku menyesali yang kupunyaTapi kusadari ada lubang dalam hati Bagi anda yang timbul pertanyaan bahwa ini hanya sebuah lagu. Maka apa kaitannya dengan tasawuf? Sekilas lagu tersebut seolah dinyanyikan untuk kekasih hati. Namun maknanya ternyata tidak sedangkal itu. Ada sebuah hadis yang berbunyi, “Sesunguhnya dalam jasad manusia terdapat segumpal darah. Jika rusak, maka rusaklah semua jasad manusia. Dan jika baik, maka baik pulalah semua jasad manusia. Ingatlah bahwa ia adalah hati” (HR Bukhari-Muslim)....
Kisah Terompah Syekh Abdul Qadir yang Menolong Orang dari Perampok
Dikisahkan oleh al-Sharafaini dan al-Harimi, pada suatu hari Syekh Abdul Qadir sedangmengambil air wudlu dengan menggunakan terompah (alas kaki yang terbuat dari kayu). Setelah ituia langsung sholat dua rakaat dan melepas terompahnya masihbasah terkena air wudlu. Setelah menyelesaikan shalatnya, tiba-tiba iakeluardanmengambilterompah tersebut kemudian melemparkannya ke sebuah arah. Seketika kedua terompah itu langsung hilang. Orang-orang yang melihatnya termasuk al-Sharafaini dan al-Harimiterheran-heran melihat tingkahSyekh Abdul Qadir. Selang dua puluh hari berikutnya pasca kejadian itu, barulah kejadian ganjil itu terungkap. Saat itu ada rombongan dagang yang datang ke rumah Syekh Abdul Qadir. Setelah sampai di depan rumahnya, pimpinan rombongan itu mengatakan bahwa mereka...
Berkah Syekh Abdul Qadir Untuk Si Jompo
Abu Saleh Nasr mengisahkan, bahwa ada seorang bernama Abdur Razaq yang pergi haji bersama ayahnya. Ketika anak dan ayah ini sampai di tanah suci, mereka berdua menginap di sebuah perkampungan bernama Hullah. Mereka memilih menginap di sebuah rumah orang miskin. Pemilik rumah ini adalah orang tua jompo. Ketika keduanya masuk, didapatinya Syekh Abdul Qadir sudah berada di dalam rumah itu. Mereka berdua, setelah diizinkan si pemilik rumah, akhirnya tinggal di rumah itu beberapa hari sebelum pelaksanaan haji tiba. Saat menginap itulah mereka berdua melihat dengan mata kepala sendiri bahwa banyak ulama dan masyayikh yang berdatangan secara rombongan ke rumah tersebut....