Menelusuri Jejak Sunan Bejagung Tuban

Nama Sunan Bejagung agaknya terdengar asing bagi masyarakat di Luar Kabupaten Tuban, Jawa Timur.  Cerita mengenai sosoknya sedikit sekali dibahas dalam buku sejarah. Bisa jadi hanya menjadi arsip lokal saja yang diketahui oleh segelintir orang yang sudah mendatangi pasarean (makam)-nya langsung di Desa Bejagung, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Makam Sunan Bejagung ini ada dua lokasi. Yaitu Sunan Bejagung Lor dan Sunan Bejagung Kidul. Menurut keterangan juru kunci makam, Bapak Mudri yang sudah empat belas tahun menjaga makam, Sunan Bejagung Lor ini memiliki nama asli Sayyid Abdullah Asy’ari bin Sayyid Jamaluddin Kubro yang merupakan adik dari Sayyid Ibrahim Asmorokondi atau ayah dari Sunan...

Menyuguhkan Makanan di Hari Raya Adalah Bagian dari Memuliakan Tamu

Hari raya Idul Fitri adalah salah satu momentum yang sering digunakan umat muslim untuk menyambung tali silaturahmi. Mereka berbondong-bondong untuk mengunjungi sanak keluarga dan kerabat untuk sekedar melepas rindu, saling bermaaf-maafan serta berkumpul bersama.   Pada momen ini, kebiasaan masyarakat muslim, khususnya muslim di Indonesia adalah memberikan suguhan terbaik untuk tamu-tamunya yang datang berkunjung sebagaimana perintah Rasulullah saw. untuk selalu memuliakan tamu, siapa pun dan dari mana pun tamu itu berasal karena merupakan salah satu cerminan keimanan seseorang. Dalam hadist riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah saw. bersabda: مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاْليَوْمِ اْلأخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ Artinya: “Barang siapa beriman kepada Allah...

Dua Buah Apel Di Tangan yang Berbeda

Sebagaimana telah diceritakan dalam kisah sebeIumnya tentang penolakan Syekh Abdul Qadir al-Jilani atas pemberian sepuluh karung uang dari Khalifah Baghdad, al-Mustanjid, pada kali ini sang Khalifah juga masih terus berusaha untuk menundukkan hati sang Sulthanul Aulia’. Bahkan pada tahap tertentu, sang Khalifah juga seolah hendak menguji karamah sang Syekh. Beberapa hari setelah peristiwa karung uang yang berdarah, sang Khalifah datang lagi. Di hadapan Syekh Abdul Qadir, sang Khalifah meminta sesuatu yang nampak mustahil. Permintaan sang Khalifah kali ini adalah ia ingin Syekh Abdul Qadir mengambilkan apel dari alam ghaib. Sungguh aneh permintaan sang Khalifah ini, lagi pula di seluruh Baghdad...

Spekulasi Hadirnya Wali Songo bersama Ajaran Tarekat

Para sejarawan Barat menyakini, Islam bercorak sufistik itulah yang membuat penduduk nusantara yang semula beragama Hindu dan Budha menjadi tertarik terhadap Islam. Tradisi dua agama asal India yang kaya dengan dimensi metafisik dan spritualitas itu dianggap lebih dekat dan lebih mudah beradaptasi dengan tradisi tarekat yang dibawa oleh para wali. Sayangnya dokumen sejarah Islam sebelum abad ke-17 cukup sulit dilacak. Meski begitu, beberapa cacatan tradisional di keraton-keraton sedikit banyak bercerita tentang aktivitas tarekat di kalangan keluarga istana raja-raja Muslim. Salah satu referensi keterkaitan Wali Songo dengan dunia tarekat adalah Serat Banten Rante-rante dan sejarah Banten kuno. Dalam karya sastra yang...

Mengenal Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari, Ulama Besar dari Tanah Borneo

Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari (1702-1807) atau yang dikenal juga dengan sebutan Datuk Kalampayan Martapura adalah seorang ulama yang menganut Madzhab Syafi’i. Ia dilahirkan di Desa Lok Gabang, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Syekh Arsyad adalah anak pertama dari lima bersaudara. Ia lahir dalam keluarga yang sederhana. Ayahnya seorang yang zuhud, alim dan pernah juga menjadi seorang pimpinan panglima dalam melawan penjajahan Portugis dan Belanda. Dari jalur ayah, nasabnya sampai pada Rasulullah saw. yaitu, Maulana Muhammad Arsyad Al-Banjari, bin Abdullah, bin Tuan Penghulu Abu Bakar, bin Sultan Abdurrasyid Mindanao, bin Abdullah, bin Abu Bakar Al-Hindi, bin Ahmad Ash-Shalaibiyyah, bin Husein bin Abdullah,...

Asbabun Nuzul dan Tafsir Surat Al-Qadr

Imam Abil Hasan Ali bin Ahmad al-Wahidi dalam Asbûb al-Nuzül Surat Al-Qadr meriwayatkan dari Mujahid. Suatu ketika Nabi Muhammad saw. bercerita seorang pemuda dari Bani Israil. Nabi Muhammad saw. menarasikan bahwa pemuda tersebut selalu berperang setiap hari. Pedang di tangannya tidak pernah lepas. Baginya, medan perang seolah rumahnya. Ia melakukan itu tanpa henti selama seribu bulan. Mendengar hal tersebut para sahabat pun merasa takjub. Mereka sangat heran bagaimana bisa seseorang menghabiskan begitu banyak umurnya hanya untuk berperang. Tak lama kemudian turunlah Surat Al-Qadr. Di mana Allah Swt. memberi kabar gembira kepada para sahabat dengan menurunkan satu malam yang begitu mulia. Ibadah yang...

Kisah Seekor Burung Hijau yang Terkapar

Syekh Abu Abdullah Muhammad Abu al-Fath al-Harawi mengisahkan bahwa suatu hari dirinya menghadiri majlis pengajian Syekh Abdul Qadir al-Jilani. Sang Syekh sedang memberi pengajian dengan penuh semangat, namun tak ada angin dan tak ada hujan, tiba-tiba Syekh menyatakan, “Kalau Allah menghendaki, Dia akan mengirim beberapa ekor burung hijau juga untuk mendengarkan ceramahku.“ Tidak ada seorang pun yang tahu mengapa Syekh Abdul Qadir mengatakan hal itu di tengah ceramahnya. Mengapa yang terlintas di dalam pikirannya adalah burung berwarna hijau, bukan binatang atau mahluk lain. Tak lama kemudian datanglah segerombolan burung berwarna hijau ke majelis ilmu tersebut. Kedatangan mereka disaksikan oleh seluruh...

Haflah Nuzulul Quran di Ponpes Al-Muhajirin 3 Purwakarta

Purwakarta, JATMAN Online – Keluarga besar Ponpes Al-Muhajirin Purwakarta gelar serangkaian acara dalam rangka memperingati peristiwa Nuzulul Quran yang jatuh pada 17 Ramadhan 1443 H atau bertepatan dengan Hari Selasa, 19 April 2022. Rangkaian acara dimulai dari bakda asar dengan lantunan shalawat dan khatmil al-Quran bersama segenap para santri, para masyarakat, tokoh agama sekitar lingkungan Ponpes Al-Muhajirin 3, serta pembagian takjil untuk buka puasa yang senantiasa rutin setiap hari menjelang waktu berbuka puasa di  depan gerbang pondok pesantren. Selain dihadiri oleh keluarga besar Al-Muhajirin seperti Dr. Hj. Ifa Faizah Rahmah, M.Pd.I selaku ketua yayasan, KH. Anang Nasihin, MA selaku pengasuh Ponpes Al-Muhajirin...

Mengenal KH. Abdul Djalil Mustaqim, Ulama Thariqah yang Menjadi Mursyid Sejak Kanak-kanak

KH. Abdul Djalil Mustaqim adalah putera KH. Mustaqim yang menjadi penerus garis kemursyidan Thariqah Sadziliyah sekaligus Pengasuh Pondok PETA Tulungagung. Ia lahir pada tahun 1942 M. Sebelum kelahirannya, banyak ulama yang sudah memprediksi bahwa ia akan menjadi ulama besar. Salah satunya KHR. Abdul Fattah Mangunsari Tulungagung yang mengatakan kepada ibunya Nyai Halimah Sa’diyah dengan Bahasa Jawa, “Nyai, anak yang ada di dalam kandunganmu kelak akan menjadi pakunya tanah Jawa.” Benar saja, tepat di tahun 1947 M, ketika Kiai Abdul Djalil masih berusia 5 tahunan, ia telah di bai’at thariqah oleh Syekh Abdur Rozaq at-Tarmasi Pacitan Jawa Timur. Pada saat itu,...

Pentingnya Orang Alim Mengamalkan Ilmunya

Seseorang dapat dikatakan alim apabila ia mempelajari dan menguasai suatu ilmu kemudian mengamalkan ilmunya. Karena dengan demikian banyak orang yang memperoleh pengetahuan karenanya. Oleh karena itu, seseorang yang alim memiliki tanggung jawab atas ketidaktahuan orang-orang di sekitarnya atas suatu hukum. Diriwayatkan dari Abu Darda’ Apabila seseorang melakukan kesalahan, namun ia tidak mengetahui ilmunya, maka ia akan celaka satu kali. Berbeda halnya jika orang tersebut memahami ilmunya tapi tidak mengamalkan, maka baginya celaka tujuh kali. Menurut Sufyan ats-Tsauri, untuk menjadi orang alim, perlu menjalani beberapa tahap agar ilmu tersebut melekat dan tidak akan pernah hilang dari dirinya. 1. Diam (الصمت)Dalam menerima...