MATAN UIN Jakarta dan JATMAN Online Adakan Silaturahmi ke Rois Idaroh Wustho JATMAN Banten

Tangerang, JATMAN Online – MATAN UIN Jakarta bersama Tim JATMAN Online (JOL) melakukan silaturrahmi ke kediaman Rois Idaroh Wustho JATMAN Provinsi Banten, KH. Thobary Sadzily di Pondok Pesantren Al Husna pada Minggu (13/02). Dalam kesempatan tersebut, Kiai Thobary menjelaskan bahwa JATMAN Banten sudah lama vakum, baru aktif lagi setelah ia ditunjuk sebagai Rois oleh para pengurus JATMAN Aliyah. Pada agenda JATMAN Banten selanjutnya, Kiai Thobary menuturkan akan segera terbentuk pengurus-pengurus JATMAN Syu’biyah di delapan kabupaten-kota di Provinsi Banten. Untuk itu ia berpesan kepada MATAN UIN Jakarta untuk segera membentuk MATAN Tangerang Selatan agar bisa di menghidupkan JATMAN Syu’biyah di Tangerang Selatan. Di...

Kiai Khusnan, Singa Putih Penjaga Rimba Ulama dari Tanah Lampung

KH. Khusnan Musthofa Ghufron adalah Muassis Pondok Pesantren Daarul A’mal, Metro, Lampung. Ia berasal dari Blitar, Jawa Timur dan pindah ke Lampung bersama keluarganya pada tahun 1952. Ketika hijrah, usianya baru menginjak 10 tahun. Ia dan keluarganya kemudian menetap di Kecamatan Purbolinggo, Kabupaten Lampung Tengah (Sekarang Lampung Timur). Di tempat inilah Kiai Khusnan kecil belajar ilmu agama. Sejak kecil, Kiai Khusnan kerap menunjukkan hal-hal aneh di luar nalar manusia. Ia kerap bepergian tanpa diketahui oleh orang lain kemana ia pergi. Ketika ditanya dari mana, jawabannya sangat tidak masuk akal seperti ketika Kiai Afandi, salah seorang gurunya bertanya, ”Khusnan, sampean ki...

Gus Miek, Santri Lirboyo yang Tidak Lulus Dua Kali

KH. Khamim Thohari Dzajuli Ploso (nama belakangnya dinisbatkan pada nama abah kandungnya KH. Dzajuli Ustman), atau lebih akrap disapa Gus Miek (sebutan Amiek muncul ketika saudara-saudaranya yang masih kecil belum terlalu fasih untuk menyebut Khamim. Seiring berjalannya waktu panggilan tersebut menjadi sebuah kebiasaan hingga ia dewasa) adalah salah satu putera KH. Dzajuli Ustman yang paling unik. Meskipun tinggal di lingkungan pesantren, Gus Miek memiliki tradisi berbeda yang tidak bisa disamakan dengan saudara-saudaranya yang lain. Ia suka pergi memancing, bermain di pasar dan hal-hal lain yang tidak lumrah dilakukan oleh putera kiai besar. Bahkan ibunya, Nyai Hj. Rodliyah memberikan kebebasakan kepada...

Hikmah Bersyukur terhadap Nikmat Allah

Syukur adalah sifat yang diatur berdasarkan pengetahuan, kondisi dan perbuatan. Dari pengetahuan hamba dapat mengetahui pahala syukur, dari kondisi hamba dapat mengetahui berkahnya syukur dan dari perbuatan hamba dapat menjalani rasa syukur, baik itu adalah perkara yang disukai ataupun yang tidak disukai. Syukur berasal dari hati, ucapan dan diimplementasikan melalui tingkah laku. Jadi, tidak bisa disebut syukur jika hanya diucapkan melalui lisan semata. Hamba yang bersyukur dengan nikmat yang diterima akan memanfaatkan apa yang telah ia peroleh dengan berbagi, bukan hanya untuk dirinya sendiri sebagai wujud cinta kepada Tuhannya.  Tetapi jika ia tidak bersyukur dengan nikmat tersebut, maka dia mengingkarinya,...

Esensi Doa dan Urgensinya bagi Ahli Makrifat

Berdoa adalah kewajiban hamba kepada Tuhannya sebagai wujud kepasrahan diri serta rasa bergantung. Perintah berdoa banyak ditemukan di beberapa ayat-ayat dan hadits. Itu artinya doa bukan hanya sebagai pelengkap ibadah, tetapi juga substansi dari ibadah tersebut. Allah Swt. berfirman: وَاِذَا سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌ ۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِۙ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku.” (Qs. Al-Baqarah: 186) اُدْعُوْا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَّخُفْيَةً ۗاِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِيْنَۚ “Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut. Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang...

Keistimewaan Syekh Ali al-Khawwash

Syekh Ali al-Khawwash adalah seorang yang ummiy, yaitu tidak bisa membaca dan menulis. Namun Allah Swt. memberikan kemuliaan berupa maqam kemursyidan kepadanya dan kewalian yang tinggi. Ia bahkan bisa menjelaskan Al-Quran dan Hadits dengan detail dan bahasa yang mudah dipahami oleh murid-muridnya sehingga hal itu membuat ulama lain bingung. Syekh Ali al-Khawwash tinggal di Mesir. Tapi tak satupun orang yang pernah melihatnya melaksanakan salat zuhur di masjid yang ada di Mesir. Baik secara berjamaah maupun sendirian. Setiap kali azan berkumandang, ia segera menutup tokonya dan bergegas pergi dan tidak ada yang mengetahui kemana perginya. Anehnya, banyak orang yang melihatnya sedang mendirikan salat...

Implementasi Zuhud dalam Perilaku Sehari-hari

Zuhud adalah maqam yang paling dasar untuk menjadi seorang sufi. Syekh Imam Rifa’i mengatakan bahwa zuhud berpusat pada hati yang ridla untuk mencapai derajat yang tinggi. Dalam proses wushul, seseorang harus terbiasa melepas sesuatu yang dapat mengganggu konsentrasinya untuk bertaqarrub ilallah. Ia juga harus ridla dengan segala ketetapan yang digariskan oleh Allah Swt. dan hanya bergantung kepada-Nya. Jika seseorang yang ingin menempuh jalan sufi tidak bisa istiqamah menjalani zuhud, maka akan sulit baginya untuk naik pada posisi berikutnya. Al Ghazali membagi zuhud menjadi tiga tingkatan: – Tingkatan pertama adalah zuhud terendah yang dilakukan oleh pemula, yaitu seseorang yang hatinya masih cenderung kepada dunia...

Wasiat Syeikh Ahmad Al Rifai

Syeikh Ahmad bin Abi al Husain al Rifai adalah salah satu waliyullah yang yang banyak diceritakan oleh ulama-ulama thariqah dan menjadi guru bagi mereka. Meskipun tidak memiliki banyak karya tulis sebagaimana ulama-ulama lain, namun namanya masyhur di kitab-kitab tasawuf. Ia banyak menjelaskan bagaimana kedudukan murid dalam thariqah serta berbagai permasalahannya. Selain itu, banyak pula orang-orang yang berhasil mencapai tujuannya lantaran wasilah berguru kepadanya. Bahkan selama hidupnya, Syeikh Ahmad al Rifai selalu duduk sejajar di majelis bersama para muridnya dan tidak pernah sekalipun duduk di atas sajadah disebabkan ketawadhu’annya. Dalam kitab Manaqib al Auliya’ al Abrar, Syeikh Misbah menerangkan bahwa ketika Syeikh Ahmad...

Tauhid Sufi dalam Pandangan Ulama Aceh

Dr. Muhammad Dhiahuddin Kuswandi[i] menjelaskan klasifikasi tauhid yang terbagi menjadi tiga tingkatan: – Untuk orang awam, yaitu tauhid yang didasarkan pada Ilmu Kalam– Untuk orang khawash, yaitu tauhid yang didasarkan pada Ilmu Filsafat Perennial– Untuk orang khawasul  khawash, yaitu tauhid yang didasarkan Ilmu Tauhid Sufi. Tauhid sufi adalah tauhid murni yang didasarkan pada faham wahdtul wujud sebagaimana yang telah dikonseptualisasikan oleh tokoh-tokoh sufi antara lain Al-Hallaj, Syeikh Ibnu Arabi, Syeikh Abdul Qadir al Jilani, Imam Shadruddin al Qunawi, Abdul Karim al Jili, Syeikh Abdul Rauf al Singkili dan lain sebagainya. Dalam pandangan wahdatul wujud, hanya ada satu wujud mutlaq yaitu Allah...

Mengenal Tuhan dalam Perspektif Tauhid Wujudi

Ketahuilah Tuhan itu Wujud yang Absolut yang tunggal (Wahdatul Wujud). Karena tidak bisa dikenal hakikat-Nya hanya melalui pikiran yang relatif. Mengenal Tuhan melalui pikiran laksana melihat obyek melalui bayangan sebuah cermin. Jadi tergantung cerminnya. Kalau cerminnya utuh dan bening maka terhadap objek yang tunggal akan tetap terlihat tunggal. Akan tetapi jika cerminnya pecah, pecah tiga umpamanya, maka maka obyek yang tunggal akan terlihat tiga.  Begitu juga jika pecah menjadi banyak, maka obyek tunggal akan terlihat banyak. Itulah sebabnya dalam disiplin teologi/ilmu ketuhanan didapati banyak konsep ketuhanan. Diatanranya: 1. Ada Polyteisme/Tuhan itu banyak2. Ada Henoteisme/ada diagungkan di antara Tuhan yang banyak...