Bekasi, JATMAN Online – Idaroh Syu’biyah Kota Bekasi gelar rapat konsolidasi panitia syukuran dan peresmian Center Thariqah JATMAN Kota Bekasi, 12/02/23, di Bekasi. Gedung Center Thariqah JATMAN Kota Bekasi ini rencananya akan diresmikan 18 Maret mendatang, sekaligus dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun ke-26 Kota Bekasi. Dikabarkan bila tidak ada aral melintang, insya Allah Abah Luthfi akan hadir meresmikannya. Gedung Center Thariqah JATMAN Kota Bekasi Rapat dibuka oleh Mudir JATMAN Kota Bekasi, H. Ahmad Sauki Noor. Yai Sauki Noor memulai dengan penjelasan tugas masing-masing panitia, mulai dari Steering Committee dan seluruh Organizing Committee. Dalam sambutannya, Rais Syu’biyah Kota Bekasi, KH. Khudhori Thahir, Lc. berpesan agar seluruh panitia...
Generasi Muda Naqsyabandiyah Ikuti Suluk Isra’ Mi’raj
Bekasi, JATMAN Online – Salik muda Naqsyabandiyah yang tergabung dari beberapa Surau di bawah naungan Yayasan Prof. Dr. H. Kadirun Yahya (YPDHKY) berpose pascasuluk Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, 26 Januari s.d. 5 Februari 2023 di Surau Baitul Amin 6 Bekasi. Iman J-Rocks bersama reporter JATMAN Online Ikut suluk Iman J-Rocks, vokalis band J-Rocks, para jamaah Naqsyabandiyah Gorontalo, Samarinda, Yogyakarta, Jambi, Subang, Jember, Palangkaraya, Jabodetabek dan beberapa wilayah lain Nusantara. Suluk diikuti 82 peserta laki-laki dan wanita. Dipimpin oleh PZ Dr. H. Achmad Kadri Ramadhan, SH, MM, Ketua BKK YPDHKY sekaligus Bendahara Dua Idaroh Aliyah JATMAN, didampingi PZ KH. Ahmad Mulya dari...
Prof. Dr. H. Kadirun Yahya: Perjalanan menuju Sayyidi Syaikh dalam Tarekat Naqsyabandiyah Kholidiyah
Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah, suatu sebutan bagi Tarekat Naqsyabandiyah yang dinisbatkan kepada salah seorang khalifah pemegang silsilah, Tarekat ini telah menyebar di nusantara dan harus menjadi perhatian pihak kolonial. Adalah salah seorang Ilmuwan, guru fisika, Prof. Dr. H. Kadirun Yahya yang tertarik dengan tarekat ini, bergabung dan menjadi pimpinan dari tarekat ini dan berhasil mengembangkan dan membesarkan Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah. Di tangannya Tarekat Naqsyabandiyah tampil beda dari umumnya tarekat. Ciri khas Tarekat ini terletak pada nuansa keilmuannya. Beliau berusaha menjelaskan tarekatnya melalui teori eksakta, meskipun ia mengakui bahwa tidak mudah bagi semua orang untuk memahami persoalan metafisika lewat penjelasan ilmu eksata,...
Bahagia Mengamalkan Ajaran Islam; Catatan Syaikh H. Abdul Khalik Fajduani, SH tentang Prof. Dr. H. SS. Kadirun Yahya
YM. Ayahanda Guru (Prof. Dr. H. SS. Kadirun Yahya-red.) pernah berkata, “Tidak ada masyarakat lagi di dunia ini bagi kita yang begitu indah, begitu akbar, begitu mesra, melainkan masyarakat yang dilandasi dan dibina dengan dzikrullah,” dan untuk mewujudkan hal itu mau tidak mau kita harus menjaga akhlak atau perilaku kita di samping tetap menjaga dan mengintensifkan amalan dzikrullah kita. Dalam kaitan ini YM Ayahanda Guru menegaskan kurang lebih sebagai berikut: “Kalau perilaku tidak dipelihara, ia akan menghancurkan, memporak-porandakan, membawa kita kepada mereka, dan hablumminannas akan hancur, yang akan merusak pula hablumminallah, karena hablumminallah dan hablumminannas berpengaruh satu sama lain timbal balik. Oleh sebab itu kedua-duanya...
Dialog Presiden Sukarno dengan Prof. Dr. H. Sayyidi Syaikh Kadirun Yahya
Ini pertemuan menarik yang dialami oleh Prof. Dr. H. Sayyidi Syaikh Kadirun Yahya. Beliau merupakan angkatan 1945, ahli sufi, ahli fisika dan pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Pembangunan Panca Budi, Medan. Beliau saati itu bersama rombongan diterima di beranda Istana Merdeka (sekitar bulan Juli 1965) bersama dengan Prof. Ir. Brojonegoro (alm), Prof. Dr. Syarif Thayib, Bapak Suprayogi, Admira John Lie, Pak Sucipto Besar, dan Duta Besar Belanda. “Wah pagi-pagi begini saya sudah dikepung oleh 3 Profesor-profesor”, kelakar Presiden Soekarno mempersilahkan rombongan tamunya untuk duduk. “Profesor Kadirun Yahya silahkan duduk dekat saya”, pinta Soekarno kepada Prof. Dr. H. Sayyidi Syaikh Kadirun...
Ceramah Ulama Tasawuf Kharismatik Prof. Dr. H. Sayyidi Syaikh Kadirun Yahya (Rektor Universitas Pembangunan Panca Budi Periode 1961-1996)
Assalamu’alaikum Wr. Wb. Kiranya selayaknyalah bila pada saat yang berbahagia hari ini, kami terlebih dahulu memanjatkan syukur kehadirat Allah SWT atas karunia yang telah dilimpahkan-Nya kepada kita sekalian. Selanjutnya kami mengambil sejenak kesempatan dengan sesederhana mungkin untuk menjelaskan secara garis besar sesingkat-singkatnya tentang Fakultas Kerohanian dan Metafisika, karena dari semula selalu mengundang berbagai pertanyaan dan tanggapan hanya karena sifatnya secara “to the point” sesuai dengan waktu singkat yang tersedia, rasanya belumlah memadai maka kami senantiasa melapangkan waktu bagi mereka yang membutuhkan penjelasan lebih mendetail lagi. Fakultas Metafisika UNPAB, yang kini membawahi 3 jurusan yaitu jurusan pedagogik, jurusan kesehatan dan jurusan...
Thariqatullah, Jalan Pulang menuju Allah; Perjalanan Spiritual Iman J-Rocks
Iman Taufik Rachman (lahir pada 19 Juli 1981) adalah vokalis sekaligus gitaris dari band J-Rocks. Dulunya, ia adalah gitaris dari band Funky Kopral yang menggantikan Arlonsy Miraldi alias Oncy. Iman bergabung dengan Funky Kopral dari tahun 2001 hingga tahun 2004. Setelah Funky Kopral bubar, Iman bersama Sony, Anton dan Wima membentuk J-Rocks. Selain itu, ia juga mempunyai proyek musikal solo dengan nama Imanine. Ikuti wawancara eksklusif dengan Iman Taufik Rachman berikut. Bang Iman, boleh cerita latar belakang keluarga dan masa kecil Abang? Saya lahir di Jakarta sebagai anak pertama dari 4 bersaudara, kedua kakek saya dari papa dan mama adalah pejuang 45 dan juga pengamal tarekat....
Yayasan Prof. Dr. H. Kadirun Yahya (YPDHKY) dan Jejaring Tarekat Naqsyabandiyah
Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah Yayasan Prof. Dr. H. Kadirun Yahya Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah Yayasan Prof. Dr. H. Kadirun Yahya adalah tarekat Naqsyabandiyah yang di-syiar-kan oleh Prof. Dr. H. Sayyidi Syaikh Kadirun Yahya, setelah Beliau diangkat menjadi mursyid oleh guru Beliau, Sayyidi Syaikh Muhammad Hasyim Buayan pada tahun 1952. Beberapa Syaikh besar, jalur berguru Prof. Dr. H. Sayyidi Syaikh Kadirun Yahya dalam belajar ilmu tasawuf/sufi di garis tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah. Dari kiri ke kanan: Sayyidi Syaikh Muhammad Hasyim (1863-1954) Buayan, Lubuk Aluang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat; Syaikh Syihabuddin Aek Libung (1892-1967), Sayur Matinggi, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara; Syaikh...
Pemikiran Prof. Dr. H. Sayyidi Syaikh Kadirun Yahya
Teknologi Metafisika Al-Qur’an Salah satu fenomena Islam Indonesia sejak tahun 1990-an adalah adanya perdebatan pendapat di antara ilmuwan muslim terkait hubungan agama dan sains, yang memunculkan istilah-istilah seperti islamisasi ilmu pengetahuan, ilmuisasi islam, obyektifikasi islam, keserasian, ayatisasi, integrasi, integrasi – interkoneksi, dan lainnya. Sejak era tahun 1970-1980-an mulai dikenal nama-nama seperti Rasjidi, Moenawar Chalil, Buya Hamka, Hidajat Nataatmaja, Kuntowijoyo, Mulyadhi Kartanegara, Amin Abdullah, hingga Prof. Dr. H. Sayyidi Syaikh Kadirun Yahya, yang mempelopori gerakan agama dan sains ini dalam tiga agenda, yaitu politik penguatan identitas keislaman, semangat melawan sekulerisasi barat, dan sikap defensif yang merupakan bagian dari dakwah. Prof. Dr....
Perkembangan Tarekat Naqsyabandiyah Pimpinan Prof. Dr. H. Sayyidi Syaikh Kadirun Yahya
Sejarah Perkembangan Surau Prof. Dr. H. Sayyidi Syaikh Kadirun Yahya mulai mengembangkan Tarekat Naqsyabandiyah pada tahun 1950. Saat itu Beliau belum memiliki surau sendiri. Atas perintah dan izin dari Sayyidi Syaikh Muhammad Hasyim, guru Beliau, Prof. Dr. H. Sayyidi Syaikh Kadirun Yahya bersama dengan murid-muridnya mengadakan suluk di surau gurunya yang terletak di Buayan, Lubuk Aluang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Beberapa waktu kemudian, Beliau membuka surau di Bukittinggi, dan sempat menyelenggarakan beberapa kali suluk di sana. Baca: Mengenal Prof. Dr. H. Sayyidi Syaikh Kadirun Yahya, Mursyid Tarekat Naqsyabandiyah Selanjutnya, pada tahun 1954 Prof. Dr. H. Sayyidi Syaikh...