Pernahkah anda mengatakan, “Aku lagi sakit hati!” atau “Dia memang manusia yang tidak punya hati!” atau “hatiku sedang berdebar-debar!”? Nah, ungkapan “hati” yang seringkali kita sebutkan dalam kehidupan sehari-hari memiliki makna yang beragam. Bahkan dalam KBBI, ada 7 makna hati yang digunakan secara berbeda-beda meskipun memiliki pelafalan yang sama, antara lain sebagai makna dari anatomi tubuh, bagian dari hewan yang bisa dimakan, bermakna jantung, tempat menyimpan perasaan, apa yang terasa dalam batin, sifat tabiat manusia, serta bagian terdalam dari tumbuhan. Makna-makna tersebut tergantung dengan konteks dan koteks pembicaraan mengenai hati. Sebagaimana dalam bahasa Indonesia, Bahasa Arab juga memiliki persoalan yang rumit untuk menerjemahkan hati. Ada...
Adab-adab Berzikir
Berdzikir adalah salah satu upaya untuk mendekatkan diri kepada Allah. Bahkan melalui zikir, Allah sudah menjamin ketenangan hati hambanya dari hiruk-pikuk dunia sebagaimana yang telah difirmankan dalam surat Ar Ra’du ayat 28 yang artinya: “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram” Tapi, untuk mengawali berzikir, kita harus punya menjalani beberapa etika agar dampak positif zikir tersebut bisa merasuk ke dalam hati dan bermanfaat bagi kebersihan jiwa. Adapun langkah-langkah yang harus dipahami sebelum dan ketika berzikir adalah sebagai berikut: Konsentrasi penuh Konsentrasi adalah bagian dari merendahkan diri di...
Juru Kunci Makam, Gus Dur: Makam Sunan Kalijaga yang Asli Ada di Tuban
Sunan Kalijaga adalah satu dari sembilan wali penyebar Agama Islam di tanah Jawa. Sebagaimana diketahui oleh kebanyakan orang di Indonesia, bahwa ia dikebumikan di Kadilangu, Demak. Namun berdasarkan bukti sejarah lain, terdapat makam serupa atas nama Sunan Kalijaga yang terletak di Desa Medalem, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban. Makam ini berada di tengah sawah dan agak jauh dari pemukiman penduduk. Menurut Abdul Ghani, juru kunci setempat, keberadaan Makam Sunan Kalijaga atau dengan nama asli Raden Syahid sebelumnya tidak diketahui sama sekali oleh warga. Makam tersebut pertama kali ditemukan oleh Mulyadi yang membangun sebuah gubuk di tengah sawah untuk ditinggali. Suatu malam...
Syeikh Marwani Angin; Ulama Kharismatik Asal Rancailat, Tangerang
Rancailat adalah nama desa yang terletak di perbatasan Kecamatan Kresek dan Kronjo. Nama tersebut berasal dari kata “Ranca” yang berarti Rawa dan “Ilat” yang berarti lidah. Pemberian diksi “Rawa” ditafsirkan sebagai kobangan air yang disekitarnya dipenuhi flora dan fauna. Desa Rancailat terbagi menjadi beberapa kampung seperti Kampung Kandang, Pecung, Tonjong, Bojong, Cayur dan Rancailat Utara. Cikal bakal Desa Rancailat ada di kampung Rancailat Utara yang tepat berada di ujung utara Desa Rancailat. Pemberian nama desa tersebut juga berkaitan dengan letak wilayahnya yang dikelilingi oleh sawah. Sehingga, desa ini diumpamakan seperti lidah dan giginya sebagai sawah. Jadi, Desa Rancailat adalah gambaran...
Mengapa Shalat Kita Tidak Pernah Khusyu’?
Perintah menunaikan shalat dalam al Quran memiliki beberapa diksi. Ada yang menggunakan kata “Qadha” dan ada juga yang menggunakan kata “Iqamah”. Keduanya jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia memiliki makna “melaksanakan”. Kedua kata tersebut dapat kita temukan dalam Surat An Nisa’ ayat 103: فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلَاةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِكُمْ فَإِذَا اطْمَأْنَنْتُمْ فَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا “Selanjutnya, apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah ketika kamu berdiri, pada waktu duduk dan ketika berbaring. Kemudian, apabila kamu telah merasa aman, maka laksanakanlah salat itu (sebagaimana biasa). Sungguh, salat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya...
Ahla al-Musamarah fi Hikayat al-Auliya’ al-‘Asyrah; Sebuah Karya Prosa Ulama Nusantara
Islamisasi di Tanah Jawa oleh para wali tentu saja bukan menjadi mitos belaka melainkan sudah menjadi fakta sejarah dengan bukti arkeologis yang beragam. Banyak versi sejarah yang mencatat siapa yang pertama kali menyebarkan Islam di Jawa. Proses ekspansi ini diinisiasi oleh Penguasa Turki Usmani yang bernama Sultan Muhammad I yang memerintah pada tahun 1394-1421 Masehi. Berdasarkan informasi dari banyak pihak yang memiliki hubungan diplomatik dengan Turki Usmani tentang sedikitnya umat Islam di Jawa, maka Sultan memerintahkan beberapa utusan untuk menyebarkan Islam di Jawa sampai akhirnya populasi Islam berkembang hingga hari ini. Terlepas dari banyaknya teori-teori perkembangan Islam di Jawa, ulama...
‘Sunnah’ Menurut Ulama Hadis Hingga Ulama Sufi
Sunnah secara harfiah berasal dari kata sanna yasunnu yang berarti perilaku, jalan, kebiasaan dan ketentuan. Dalam bahasa Arab, satu buah kosakata tidak bisa diartikan oleh satu makna saja melainkan tergantung dengan kalimat setelahnya. Maka makna Sunnah bisa menjadi definisi lain sesuai dengan konteks kalimat yang ada sebagaimana Sunnah menurut beberapa ahli berikut: Menurut Ulama Hadits Apapun yang bersumber dari Nabi baik berupa perkataan, perbuatan, ketetapan maupun sifat. Dalam konteks ini, sunnah kemudian menjadi tradisi turun temurun yang diriwayatkan oleh beberapa generasi yang poros utamanya adalah Nabi Muhammad Saw. Menurut Mufassir Pembatas bagi keuniversalan ayat-ayat al Quran. Meskipun al Quran dianggap sudah mencakup hukum-hukum peribadatan bagi...
Nazar dalam Pandangan Tasawuf
Ungkapan nazar seringkali kita dengar ketika seseorang yang memiliki hajat berkomitmen melakukan sesuatu ketika hajatnya terkabul. Lalu bagaimanakah proses nazar dan hukumnya menurut pandangan syariat dan tasawuf? Jumhur ulama mengatakan, hukum asal nazar adalah mubah. Tetapi melaksanakan nazar tersebut adalah wajib karena kedudukan nazar sama dengan sumpah sehingga ketika melanggar nazar ada konsekuensi yang harus dipenuhi sebagaimana yang terdapat dalam Surat Al Maidah ayat 89: لَا يُؤَاخِذُكُمُ ٱللَّهُ بِٱللَّغْوِ فِىٓ أَيْمَٰنِكُمْ وَلَٰكِن يُؤَاخِذُكُم بِمَا عَقَّدتُّمُ ٱلْأَيْمَٰنَ ۖ فَكَفَّٰرَتُهُۥٓ إِطْعَامُ عَشَرَةِ مَسَٰكِينَ مِنْ أَوْسَطِ مَا تُطْعِمُونَ أَهْلِيكُمْ أَوْ كِسْوَتُهُمْ أَوْ تَحْرِيرُ رَقَبَةٍ ۖ فَمَن لَّمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلَٰثَةِ أَيَّامٍ ۚ ذَٰلِكَ كَفَّٰرَةُ أَيْمَٰنِكُمْ...
Mahabbah dan Pecandunya
Mahabbah berasal dari kata dasar hubbu yang berarti cinta. Kalimat tersebut mengandung kata ha’ dan ba’. Ada yang mengatakan bahwa hubbu diambil dari kata Habab yaitu gelembung yang selalu berada di atas air. Yang dimaksud adalah bahwa cinta menempati posisi paling tinggi di hati. Ada pula yang mengatakan berasal dari kata Al Habbu yang berarti anting-anting. Disebut demikian karena model anting yang menggantung seperti keadaan seorang pecinta yang menemui kegelisahan. Selain itu kata hubbu juga bisa berasal dari kata hibban untuk yang artinya biji kecil di padang pasir. Maksudnya bahwa cinta adalah cikal bakal tumbuhnya kehidupan. Adapun dasar-dasar mahabbah adalah sebagai berikut: – Allah Swt. Berfirman: يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مَن يَرْتَدَّ مِنكُمْ عَن...
Bai’at Tarekat Naqsyabandiyah di Bekasi
Bekasi, JATMAN Online – Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah di bawah pimpinan Sayyidi Syaikh Drs. Buya Ahmad Farki menerima pemasukan jama’ah baru di Surau Baitul Amin 6 Bekasi, Jawa Barat, Jum’at, 17/02/23. Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah yang berada di bawah naungan payung hukum Yayasan Prof. Dr. H. Kadirun Yahya (YPDHKY) menerima bai’at 8 orang jama’ah baru, terdiri dari enam laki-laki dan dua wanita. Ada beberapa hal yang disyaratkan sebelum jama’ah baru masuk tarekat: Beragama Islam Menjunjung tinggi syari’at agama Islam. Aqil baligh Mendapatkan izin dari orang tua atau suami. Dengan kemauan sendiri dan tulus ikhlas tanpa paksaan dari siapapun. Dengan niat mencari ridho Allah semata....