Tulisan ini merupakan lanjutan dari tulisan sebelumnya yang berjudul: “Bagaimana Jika Belum Menemukan Mursyid?”. Pada poin terakhir, bahwa salah satu tips ketika belum menemukan mursyid adalah al-maut al-ikhtiyari. Kita masih akan melanjutkan bedah Kitab “Hidayatu Rabbi ‘Inda Faqdi al-Murabbi” Karya Syeikh Ali bin Husamuddin dengan nama populer Syeikh Al-Muttaqi Al-Hindi. Jenis-Jenis KematianKematian dibagi menjadi dua, yaitu al-maut al-dhloruri dan al-maut al-ikhtiyari. Kematian yang pertama adalah terpisahnya ruh dengan jasad dengan berbagai cara, misalnya terbunuh ditebas pedang saat berjihad. Kematian seperti ini disebut juga jihad ashgar (kecil). Sedangkan kematian yang kedua adalah kematian yang harus diupayakan bagi seorang salik dalam rangka membunuh nafsunya. Kematian ini disebut juga jihad akbar (besar). Berdasarkan pengertian...
Bagaimana Jika Belum Menemukan Mursyid?
Seorang yang menempuh jalan ruhani menuju Allah (salik ila Allah) harus punya pembimbing, yang disebut mursyid dalam thoriqah. Lantas, gimana dengan seseorang yang belum menemukan seorang mursyid, atau dalam arti yang lain belum masuk thoriqah?Untuk menjawab ini, kita akan bedah sebuah kitab tasawuf basic yang berjudul “Hidayatu Al-Rabbi ‘Inda Faqdi Al-Murabbi” Karya Syeikh Ali Ibnu Husamuddin atau yang masyhur dikenal dengan Syeikh Al-Muttaqi Al-Hindi. Biografi As-Syeikh silahkan disimak pada tulisan kami terdahulu: Inilah As-Syeikh Al-Muttaqi, Sang Pengarang Kanzul Ummal (lihat: Inilah As-Syeikh Al-Muttaqi, Sang Pengarang Kanzul Ummal), As-Syeikh menjelaskan jika seorang hamba belum menemukan mursyid, sebagai penggantinya secara umum hendaknya ia...
Hai Milenial, Berthoriqah Itu Seperti Kuliah Loh
Segala puji milik Allah yang Maha Pembuka Bashirah hamba-Nya.Semoga shalawat dan salam selalu tercurahkan kepada makhluk terbaik di dunia dan akhirat, Nabi Muhammad Saw. Mindset yang berkembang di luar sana bahwa thoriqah hanya boleh diikuti oleh orang-orang tua. Meskipun kenyataannya, mayoritas yang ikut thoriqah memang orang-orang di atas umur 40 tahun. Fakta inilah yang dijadikan dalil oleh masyarakat. Padahal sebetulnya, mindset itu enggak tepat. Menurut Maulana Habib Muhammad Luthfi Bin Yahya, batas minimal orang berthoriqah adalah umur 8 tahun dengan syarat telah menguasai dasar-dasar syariat. (Lihat di: Adakah Batasan Usia untuk Berthariqah?) Supaya enggak terdengar horor, thoriqah sebetulnya bisa kita “samakan” dengan...
Apa itu Syariat, Thoriqah, Hakikat dan Makrifat?
Kami mengawali dengan menyebut asma Allah yang Agung dan bersholawat kepada Sayyiduna Nabi Muhammad SAW.Sahabat-sahabat yang dirahmati Allah,Kita sebelumnya telah membahas definisi tasawwuf dalam tulisan Milenial Menjawab Tasawwuf. Pada tulisan ini, kita akan membahas apa itu syariat, thoriqah, hakikat, dan makrifat. Izinkan kami menggunakan bahasa ala milenial. Pertama, supaya lebih mudah ngerti kita coba ilustrasikan dulu, Ya. Imam Nawawi Al-Bantani, seorang ulama asal Banten yang menjadi mahaguru ulama-ulama di Nusantara, memberikan analogi dalam Kitab Maraqi Al-Ubudiyyah bi Syarhi Bidayah Al-Hidayah sebagai berikut: “Sebagian ulama memberikan permisalan bahwa syariah itu ibarat perahu, thoriqah ibarat lautan, dan hakikat Ibarat mutiara. Seseorang tidak...
Bina UMKM “Siapa Kita” Hadir Meriahkan Maulid Nabi Muhammad
Bogor, JATMAN Online – Pendidikan Kader Penggerak NU (PKPNU) menggelar kegiatan peringatan maulid nabi Muhammad, S.A.W dan Tasyakuran atas penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional kepada H. Usmar Ismail yang merupakan Ketua LESBUMI Pertama sekaligus sebagai Tokoh Perfilman Indonesia. Kehadiran serta antusias para jamaah nahdiyin dari berbagai daerah di Jabodetabek yang begitu luar biasa mencapai + 1500 yang mengikuti acara, hadir pula turut menambah suasana menarik perhatian jamaah dengan hadirnya kegiatan ekonomi ummat oleh para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di sekitar kegiatan tersebut, dengan berbagai macam kegiatan usaha baik kuliner, fashion dan jasa. Berdasarkan informasi yang kami dapatkan bahwa kegiatan UMKM tersebut...
Urgensi Mengenal Nafsu dan Cara Menundukkannya
Nasfu dalam Diri ManusiaTujuan orang yang bertarekat (thoriqah) adalah untuk ‘sampai’ (wusul) kepada Allah. Namun, sebelum ‘sampai’ kepada Allah, maka manusia harus mengenali nafsu-nafsu yang ada di dalam dirinya. Sebab, nafsu tersebut lah yang menjadi penghalang untuk ‘sampai’ kepada Allah. Imam Ghazali sudah menjelaskan secara detil bahwa di dalam diri manusia ada empat nafsu: (1) nafsu ammarah, (2) nafsu lawwamah, (3) nafsu sawiyah, dan (4) nafsu muth’mainnah. Nafsu ammarah dan lawwamah merupakan jenis nafsu yang tercela. Sementara nafsu sawiyah dan muth’mainnah adalah nafsu yang terpuji. Oleh karenanya, dua nafsu yang tercela tersebut harus ‘diperangi’ dengan olah batin (riyadlah). Cara Menundukkan...
Milenial Menjawab Tasawuf
Kami mengawali tulisan ini dengan menyebut asma Allah yang Agung dan bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Sebelum mulai membaca tulisan ini,bila sahabat sudah mengerti apa itu tasawuf, semoga tulisan ini meneguhkan pengertian sahabat. Bila sahabat baru pertama membaca atau mendengar tasawuf, semoga tulisan ini menjadi wasilah (jalan) untuk mengenal lebih dalam tentang tasawuf. Mengapa generasi milenial? Generasi milenial berjumlah kisaran 34% penduduk Indonesia menurut laporan infografis Indonesiabaik.id. Bayangkan jika jumlah penduduk di Indonesia 273,5 juta, maka generasi millennial ini sekitar 92.9 juta. Jumlah yang sangat fantastis bukan? Pantaslah jika generasi milenial akan terus mendominasi sampai tahun 2035. Oleh karena sasarannya...
Inilah As-Syeikh Al-Muttaqi, Sang Pengarang Kanzul Ummal
Nama dan KelahiranNama lengkap Syeikh Al-Muttaqi Al-Hindi adalah As-Syeikh al-Imam al-kabir al-muhaddist Ali bin Husam Al-Din bin Abdul Malik bin Qadli Khan Al-Muttaqi Al-Syadzili Tsumma Al-Madani. Beliau masyhur di mekkah dikenal dengan Syeikh Al-Muttaqi Al-Hindi. Syeikh Lahir di Burhanpur, sebuah kota di negara bagian Madhya Pradesh, India pada tahun 888 H yang bertepatan dengan tahun 1483 M. Wafat pada tahun 975 H (1567 M). Perjalanan Hidup dan PendidikanPada masa kecilnya, Syeikh Al-Muttaqi Al-Hindi atas arahan orang tuanya berguru dengan As-Syeikh Bahauddin As-Shufi Al-Burhanpuri. Kemudian saat sudah akil baligh, beliau dengan ikhtiar dan ridhanya tetap berguru dengan Syeikh Bahauddin. Ketika Syeikh...
Ngaji Ihya Ulumiddin: Enam Manfaat Uzlah
Kajian ini disampikan oleh Dr. KH. Ali M. Abdillah, M.A. dalam Ngaji Ihya Ulumiddin pada 21 Juni 2021 di Al-Rabbani Islamic College Cikeas. Uzlah merupakan bagian dari suluk yang mengharuskan salik untuk mengasingkan diri atau menarik diri dari keramaian. Imam al-Ghazali menjelaskan beberapa manfaat uzlah antara lain : 1. Dapat khusyuk dalam beribadah Bagi orang yang uzlah, ia akan mendapatkan ke-khusyuk-an dalam beribadah, karena hati dan difikirannya hanya difokuskan kepada Allah SWT. 2. Dapat merasakan nikmat ibadah Untuk meraskan kenikmatan ibadah ini, sebelum uzlah seorang salik harus mampu mengukur kemampuan diri. Uzlah membutuhkan kemapanan lahir-batin. Misalnya seorang pekerja profesional dan sudah berkeluarga, ia harus sudah menyelesaikan pekerjaannya dan mendapatkan izin...
Firasat Murid ke Gurunya
Mursyid Khalwatiyah Syekh Yusuf al-Makassariy, al-Habib Syekh Sayyid Abd Rahim Assegaf Puang Makka atau yang kerap disapa dengan Habib Puang Makka, memiliki sejumlah guru tarekat. Ada tiga gurunya di Makassar yang sangat berjasa, abahnya sendiri yakni Habib Puang Ramma, Habib Thahir Assegaf dan Allamah Nashirus Sunnah AG. KH. Muhammad Nur. Saat haul ke-10 AGH. Muhammad Nur (29/06/2021) puang Makka masih di Jakarta, Duren Sawit kediaman gurunya juga, maulana Habib Luthfi bin Yahya. Selama seminggu Puang Makka di Jakarta dan kemarin (kamis/01/07) Puang sudah tiba di Makassar, Alhamdulillah. Puang Makka mengenang 10 tahun gurunya Allahuyarham AGH. M. Nur dengan doa khusus...