Pertemuan Sufi I di Mesir: Kupas Tuntas Tawasul dan Wasilah

Sebagaimana diberitakan dalam majalah at-Tashawwuf al-Islami terbitan Majelis Sufi Tertinggi Republik Arab Mesir edisi September 2005, Pertemuan Sufi I (al-Multaqa ash-Shufi al-Awwal) telah berlangsung sukses di Mazra’ah al-Kiram Markaz Badr Provinsi Buhairah (Markas Pusat Thariqah Dusuqiyah Muhammadiah di bawah asuhan Maulana Syekh Mukhtar Ali Muhammad ad-Dusuqi) dengan membahas berbagai persoalan akidah umat Islam, terutama masalah tawassul dan wasilah.

Bolehkah Meminta “Nazhrah wa Madad” dalam Tarekat?

Sebagaimana diberitakan dalam majalah at-Tashawwuf al-Islami terbitan Majelis Sufi Tertinggi Republik Arab Mesir edisi November 2005, Pertemuan Sufi III (al-Multaqa ash-Shufi ats-Tsalits) telah berlangsung sukses nan berkah di bulan suci Ramadhan tahun 1426 H. bertempat di kediaman Syekh Muhammad Abdul Khaliq asy-Syabrawi, Mursyid Thariqah Syabrawiyah. Pertemuan yang mengusung tema “Pancaran Cahaya Nazhrah Kunci Limpahan Madad” dan dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Sufi Tertinggi Republik Arab Mesir, Syekh Hasan Muhammad Said asy-Syinnawi, itu menghasilkan sejumlah kesepakatan, antara lain:

Thariqah Sebagai Hipnoterapi Praktis dan Meditasi Tingkat Tinggi

Sebuah teori dasar dalam disiplin hipnoterapi menyebutkan bahwa alam bawah sadar manusia amat sangat mempengaruhi karakter, perilaku, tindakan hingga nasib serta peta kehidupannya. Sementara, proses pemrograman alam bawah sadar dimaksud komplit terlaksana di usia 0-7 tahun melalui asuhan orangtua, pergaulan sehari-hari, pendidikan dasar maupun lingkungan sekitar.

Menilik Jalan Sufi dari Kejauhan

Dikemukakan dalam sebuah media cetak Mesir, yakni harian Aqidati (edisi 25 Februari 2014), bahwa kaum sufi terdiri dari tujuh tingkatan, yaitu: Thalibun, Muridun, Salikun, Sa’irun, Tha’irun, Washilun dan Quthb. Bila diringkas menjadi dua tingkatan saja, maka Washilun Kamilun (sudah mencapai kesempurnaan) dan Salikun Thariq al-Kamal (masih menempuh perjalanan menuju kesempurnaan). Dari golongan Washilun sendiri ada yang kemudian terjun ke khalayak umat untuk menuntun perjalanan menuju Allah, yaitu para Masyaikh. Ada pula yang tidak mengurusi hal itu dikarenakan asik tenggelam dalam lautan fana’. Sementara dari golongan Salikun ada yang semata-mata mengharap ridho Allah Swt.

Empat Wali Qutub dan Tujuh Tarekat Induk

Bagi umat Islam Ahlussunnah wal Jamaah, mengamalkan tasawuf dengan menempuh suluk dalam tarekat adalah sebuah kelaziman. Banyaknya tarekat sufi yang tersebar di seluruh dunia pun menjadi indikasi positif bahwa terbentang banyak jalan mulia menuju Allah Swt. Sebagaimana banyaknya pintu pertanda luasnya tempat, dan banyaknya keran pertanda besarnya sumber air, maka banyaknya tarekat sufi pertanda luas dan besarnya rahmat Tuhan YME

Thariqah, Mursyid, Murid dan Wirid

Sebagaimana diberitakan dalam majalah at-Tashawwuf al-Islami terbitan Majelis Sufi Tertinggi Republik Arab Mesir edisi Januari 2006, Pertemuan Sufi V (al-Multaqa ash-Shufi al-Khamis) telah berlangsung sukses nan berkah di dar Thariqah Burhamiyah Kairo binaan Syekh Muhammad Ali Asyur dan dihadiri ulama-ulama tasawuf serta mursyid-mursyid thariqah se-Mesir.