Tasawuf dalam Pilar Sunnah (2)

Tasawuf sebagai Ilmu Akhlaq Dalam keadaan dunia yang telah menyeret manusia ke dalam kesombongan dan keangkuhannya, maka tasawuf memiliki sebuah peran penting untuk mengajak kembali manusia ke jalan Allah (Qs.[1]:6). Totalitas manusia bukan pada dirinya sendiri, karena adaNya. Diri manusia bahkan bukanlah apapun dan siapapun. Untuk menghadapi kerasnya hati, menundukkan ke-aku-an, maka tasawuf menjadi ilmu yang wajib dipelajari menurut Syaikh Abdul Qadir Isa mengutip pendapat Ibn Abidin dan juga pendapat Syaikh Abu Hamid al-Ghazali (Isa, 2011). Imam as-Syaikh Qusyairi an-Naisabury menjelaskan pula bahwa mempelajari hakikat tasawuf haruslah dikukuhkan dengan syariat, tanpa itu tidak akan menjadi baik (an-Naisabury, 2016). Tasawuf sendiri...

Tasawuf dan Totalitas Ketuhanan

Tasawuf merupakan sebuah ilmu yang mengajarkan kepada manusia untuk mendekat kepada Allah dengan membersihkan serta menyucikan hati. Tasawuf adalah moralitas dalam Islam (Zaini, 2016). Tasawwuf memiliki metode belajar dalam kelompok belajar yang disebut tariqah. Tasawwuf mendidik manusia untuk memahami hakikat dirinya, bahwa ia adalah Abdullah atau hamba Allah yang selalu terikat dan tak pernah lepas darinya. Sebuah relasi transcendental yang kini telah memasuki era postmoderen, sebuah masa dimana manusia begitu sulit untuk membedakan antara baik dan buruk, benar dan salah, karena semua termanipulasi dalam banyak cara.

Keterkaitan Tasawuf dan Jiwa Kemerdekaan

Allah sebagai Motif Utama Tasawuf merupakan upaya penyucian diri, membebaskan hati dan jiwa dari belenggu keterikatan pada dunia dan menuju pada Allah semata. Tasawuf menjadikan setiap jiwa merdeka dari perbudakan jiwa atas dunia, sebuah jiwa yang merasakan hati yang merdeka dari rasa terkekang atas segala tarikan belenggu himpitan dunia. Tasawuf juga mengajarkan akhlak sebagai manusia yang tunduk pada kehendakNya. Tasawuf bermakna pula ilmu yang berupaya mengetahui kebaikan dan keburukan jiwa serta berupaya untuk memperbaikinya (Gitosaroso, t.t.) Ide tasawuf tertuang dalam lagu Kebangsaan Indonesia Raya: “Bangunlah Jiwanya, bangunlah badannya”. Sebuah kalimat yang menunjukkan keutamaan anak bangsa untuk membangun jiwa yang kemudian disusul oleh...

Polemik Ucapan Selamat Tahun Baru

Ucapan selamat tahun baru Hijriah telah menjadi polemik di kalangan umat Islam, apalagi ucapan happy new year, selamat tahun baru Masehi sudah dipastikan menjadi bahan perdebatan setiap momen pergantian tahun. Dalil tasyabuh, menyerupai non muslim selalu menjadi sumber hukum dalam menyikapi polemik yang berkepanjangan seakan tanpa ujung dan tidak selesai-selesai diributkan dan diperdebatkan.   Tasyabbah Teks hadis man tasyabbah biqaumin fahuwa minhum, siapa yang menyerupai suatu kaum maka dia tergolong kaum tersebut, seakan-akan dipaksakan berlaku umum dan universal tanpa memperhatikan asbab wurudnya sementara hadis ini disabdakan Nabi SAW saat terjadi perang Uhud untuk membedakan pasukam muslim dan non muslim. Agar kaum muslim berbeda dengan selainnya...

Kisah Cinta Puang Makka Bersama Habib Luthfi Hingga Bertemu Rasulullah Saw

Sudah menjadi ketentuan dalam dunia tarekat bahwa seorang murid haruslah senantiasa bersama dengan mursyidnya untuk meraih percikan kebaikan dan kemuliaan. Murid yang selalu bersama mursyidnya, akan mendapatkan energi ruhaniah yang dipantulkan oleh seorang mursyid. Kebersamaan murid dengan mursyid, harus terwujud baik secara lahiriah dan batiniah. Murid seharusnya menyabarkan diri bersama mursyidnya.

Menghidupkan Gusdur ala Gus Yahya untuk NU

Perhelatan Muktamar ke-34 NU telah usai dilaksanakan. Kini saatnya Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dengan ketua umum baru KH. Cholil Yahya Tsaquf (Gus Yahya) melanjutkan perjuangan yang telah dibangun Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj, MA. yang telah memberikan banyak kontribusi dalam membangun dan memajukan NU. baik dari SDM maupun infrasturkur yang dimiliki NU saat ini.

Habib Luthfi Tetap Khidmah di NU

Ramai diperbincangkan oleh warga nahdliyyin khususnya muhibbin Abah Luthfi—panggilan dari Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya—soal mundurnya beliau dari Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2022-2027 melalui pesan singkat Whatsapp, Sabtu (15/1).