Jakarta, JATMAN Online – Mursyid Aam Thoriqoh Shidiqiyah Darqowiyah Syadziliyah dari Maroko Maulana Syekh As-Syarif DR. Abdul mun’iem bin Abdul ‘Aziz bin Shiddiq al Ghumari Al Idrisi Al Hasani Hafizhahullah, menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT dan mengirimkan shalawat kepada Nabi Muhammad S.A.W. serta semua ulama yang hadir dalam acara Maulid Anwar di Zawiyah Arraudhah Tebet Jakarta Selatan, 28 September 2023.
Ia juga memberikan penghormatan kepada semua hadirin, baik laki-laki maupun perempuan, yang hadir dalam majelis yang penuh berkah dan kegembiraan.
Dalam kajian kitab Adhal al Maqul karya Syekh Abdullah bin Shiddiq Al-Gumari, Syekh Abdul mun’iem menjelaskan Hadits Ke 13 dengan tema Pemenuhan Panggilan Tandan Kurma Kepada Rasulullah shalallahu alaihi wasallam.
Diriwayatkan dari sahabat Ibnu Abbas Radhiyallahu’anhu, beliau berkata:
Ada seorang Badui yang mendatangi Rasulullah shalallahu alaihi wasallam kemudian orang Badui berkata: “dengan apa aku bisa mengetahui bahwa engkau adalah Nabi?”
Rasulullah menjawab: “Kabarkanlah padaku, jika aku memanggil tandan dari pohon kurma ini , apakah engkau akan bersaksi bahwa aku Rasulullah?.
Baca juga: Nabi Muhammad, Teladan Strategi Kepemimpinan
Badui berkata: Iya. Kemudian Rasulullah memanggil tandan, dan tandan tsb turun hingga jatuh ke bumi dan berjalan menghampiri Rasulullah (berada di hadapan Rasulullah). Kemudian Rasulullah berkata kepada Tandan tsb, “Kembalilah ke tempatmu”, lalu tandan tsb kembali ke tempatnya. Kemudian orang Badui tersebut masuk Islam dan berkata “aku bersaksi bahwa engkau adalah Rasulullah”.
Maulana Syekh Abdul Mun’iem menegaskan, bahwa hadits ini menunjukkan bahwa Wujud Alam Semesta ini Allah tundukkan untuk Rasulullah shalallahu alaihi wasallam.
Selain itu, ia juga mengajak para hadirin untuk merenungkan keindahan, keagungan, dan kesempurnaan Nabi Muhammad S.A.W.
“Hanya melalui kehadiran para sufi atau ahli tasawuf, sosok Nabi Muhammad dapat hadir dalam majelis-majelis mereka. Maulana Abdul Mun’iem menekankan bahwa para sahabat juga merasakan keindahan luar biasa saat melihat Nabi Muhammad dan bahkan ada yang menutup mata mereka karena tidak mampu menahan cahaya keagungan beliau,” ujarnya.
“Ahli tasawuf atau sufi telah melalui perjalanan spiritual yang mendalam, melewati makam-makam para sahabat, dan mengajarkan bagaimana umat Islam dapat terhubung dengan Nabi Muhammad melalui majelis-majelis mereka,” imbuhnya.
Ia mengingatkan bahwa shalawat yang diubah oleh Sayyidina Abdusalam bin Masyisy menjadi, “Ya Allah, sholawatlah atas Sayidinah Rasulillahi Wasallam,” adalah kunci untuk mendekatkan diri kepada Nabi Muhammad Saw.
Maulana Abdul Mun’im menekankan bahwa seluruh ilmu, termasuk ilmu Nabi Adam, bersumber dari Rasulullah S.A.W. dan harus kembali kepada Rasulullah. Ia mengutip kata-kata Sayidina Abdul Abbas Al-Mursyi, salah satu imam besar dalam tariqah Syadzilyah, yang mengungkapkan kerinduannya kepada Rasulullah dengan kata-kata, “Seandainya Rasullah terhijab dariku sedetik saja maka aku tidak akan masuk dalam golongan orang-orang yang beriman,” ucapnya.
Leave a Reply