Mati adalah suatu kemuliaan, sedangkan mati tanpa persiapan adalah suatu kerugian dan penyesalan. Mati ada dua macam. Pertama, mati idtirari (اضطرارى) yaitu mati yang lazim kita ketahui. Kedua, Mati ikhtiyari (اختيارى) yaitu mati fana, dengan cara keluar dari sifat-sifat kemanusiaan serta meninggalkan segala keinginan, segala kehendak dan segala hawa nafsu, karena mayat sesungguhnya tidak mempunyai keinginan, kehendak dan hawa nafsu.
Tag: Tasawuf
Memahami Konsep Martabat Tujuh dalam Kitab Al-Tuhfah Al-Mursalah
Kitab Al-Tuhfah al-Mursalah Ila Ruh al-Naby dikarang oleh Muhammad Ibnu Syekh Fadhlullah al-Burhanfuri Al-Hindi. Ia adalah seorang sufi dari Gujarat (w. 1620 M). Ajaran Martabat Tujuhnya berdasarkan atas paham dari Imam Muhiyiddin Ibn Arabi (w. 1240 M) dan Syekh Abdul Karim al-Jili (w. 1422 M). Ia sebagai pelopor Martabat Tujuh di Nusantara.
Peran Pesantren dalam Mencegah Ancaman Intoleransi
Pondok Pesantren, Dayah, Surau, Meunasah, atau sebutan lain yang selanjutnya disebut Pesantren adalah lembaga yang berbasis masyarakat dan didirikan oleh perseorangan, yayasan, organisasi masyarakat Islam. Lembaga ini didirikan untuk menanamkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt., menyemaikan akhlak mulia serta memegang teguh ajaran Islam rahmatan lil’alamin yang tercermin dari sikap rendah hati, toleran, keseimbangan, moderat, dan nilai luhur bangsa Indonesia lainnya melalui pendidikan, dakwah Islam, keteladanan dan pemberdayaan masyarakat dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Klasifikasi Hamba Berdasarkan Pandangannya Terhadap Amal
Di antara tanda-tanda menyandarkan diri terhadap amal perbuatan adalah berkurangnya mengharap rahmat Allah Ta’ala di saat mengalami kesalahan atau melakukan dosa.
Fungsi Khalwat dalam Perspektif Tasawuf
Khalwat adalah proses yang ditempuh salik untuk menempuh jalur tasawuf. Khalwat terdiri dari dua macam khalwat, yaitu khalwat umum dan khalwat khusus.
Tingkatan Nafsu dalam Diri Manusia Berikut Sifat-sifatnya
Nafsu adalah sesuatu yang halus yang terdapat dalam diri seseorang sebagaimana akal, ruh dan sirri. Namum keempat komponen ini saling berkaitan antara satu dan lain. Nafsu adalah keinginan seseorang terhadap sesuatu. Nafsu tidak akan dapat bergerak tanpa bantuan dari hawa. Dalam tasawuf nafsu terbagi kedalam beberapa macam, oleh Syekh Muhammad al-Nawawi al-Bantani dalam kitab Qatr al-Ghaits, nafsu terbagi ke dalam tujuh martabat yang dikenal maratibul nafsu
Tasawuf dalam Menjawab Problematika Sosial Di Era Milineal
Umat Islam dalam skala global maupun lokal menghadapi berbagai problem yang kompleks dan mendasar. Dikatakatan kompleks karena mencakup berbagai unsur kehidupan, baik sosial, politik maupun budaya. Dan mendasar karena mencakup akar identitas dari umat yaitu keislaman itu sendiri.
Memahami Konsep Ontologis Wahdatul Wujud dalam Tasawuf
Konsep ajaran Wahdatul Wujud pertama kali dipelopori oleh Muhyiddin Abu Abdullah Muhammad ibn Ali ibn Muhammad ibn Ahmad ibn Abdullah Hatimi at-Ta’i atau lebih dikenal sebagai Ibnu Arabi. Dengan julukan Syaikh al-Akbar atau Kibrit al-Ahmar atau Muhiyiddin.
Tingkatan-tingkatan dalam Ilmu Tasawuf
Tasawuf dapat diartikan dua pengertian; pertama adalah tarekat dan kedua adalah hakikat. Adapun kedua macam tasawuf ini wajib di bawah bimbingan seorang syekh atau mursyid arif billah. Tasawuf dalam arti tarekat adalah takhalli yaitu membersihkan hati dari kotoran-kontoran nafsu dan tahalli yaitu menghiasi hati dengan segala sifat-sifat terpuji.
Peran Uzlah dan Tafakur dalam Tasawuf untuk Menghadapi Pengaruh Hoaks
Dalam menghadapi segala persoalan fenomena-fenomena sosial di era modern sekarang ini memang unik. Segala bentuk aktivitas yang terjadi dalam masyarakat dapat membawa suatu dampak problematika yang beragam. Ada dampak positif yaitu kebaikan-kebaikan bersama dan dampak negatif yaitu segala perbuatan maksiat. Baik itu maksiat dalam arti fisik (zahir) seperti pembunuhan, perzinaan, pencurian, dan lainnya maupun maksiat non fisik (batin) seperti, ujub, sombong, cinta dunia, dengki, riya dan lain sebagainya.