Dalam bahasa Melayu, ‘nafsu’ bermakna keinginan, kecenderungan atau dorongan hati yang kuat. Jika ditambah dengan kata hawa (=hawa nafsu), biasanya dikaitkan dengan dorongan hati yang kuat untuk melakukan perkara yang tidak baik. Adakalanya bermakna selera, jika dihubungkan dengan makanan. Nafsu syahwat pula berarti kebirahian atau keinginan bersetubuh
Tag: Tasawuf
Re-Transnasionalisasi Tasawuf Aceh
Makna Re-transnasionalisasi adalah untuk menyatakan ada suatu upaya melakukan aktualisasi kembali posisi Aceh dalam penyebaran tasawuf menjadi gerakan Islam penuh cinta dalam kehidupan umat manusia di dunia. Hal ini suatu yang lumrah mengingat Aceh pernah menjadi pusat perkembangan tasawuf di masa lalu.
Komponen-Komponen Agama dalam Perspektif Teori Sistem
Sistem adalah suatu kompleksitas elemen yang terbentuk dalam satu-kesatuan interaksi (proses). Masing-masing elemen (unsur) saling terikat dalam satu-kesatuan hubungan yang satu sama lain saling bergantung (interdependence of its parts). Kesatuan elemen itu membentuk satu-kesatuan yang lebih besar, yang meliputi keseluruhan elemen pembentuknya (the whole is more than the sum of its parts).
Polemik Tasawuf Wujudiyah di Aceh Mulai Dari Perkembangannya Hingga Organisasi
Berbicara masuk dan berkembangnya Islam di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari tasawuf. Tasawuf merupakan corak awal dari ajaran Islam yang masuk ke Nusantara. Tidak berlebihan jika Alwi Shihab dalam bukunya, Akar Tasawuf Nusantara mengatakan Islam Indonesia adalah Islam Tasawuf.
Tasawuf: Solusi Terhadap Problematika Masyarakat Modern
Dewasa ini, kita hidup pada zaman modern atau era digital yang ditandai oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Berkat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, manusia mendapatkan berbagai kemudahan dan kesenangan hidup, karena hampir semua kebutuhan hidup manusia terutama yang bersifat lahiriyah dapat dipenuhi dengan bantuan mesin dan robot yang dihasilkan oleh industri maju.
Tasawuf: Solusi Terhadap Problematika Masyarakat Modern (2-Habis)
Berdasarkan uraian di atas dapat diketahui, bahwa faktor utama yang menjadi penyebab timbulnya berbagai macam problematika masyarakat modern adalah berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang terlepas dari nilai-nilai agama dan spiritual. Oleh karena itu, solusi yang ditawarkan oleh agama Islam dalam menyelesaikan berbagai problematika yang dihadapi manusia di zaman modern adalah mendasari ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan melalui metode ilmiah rasionalisme dan empirisme dengan nilai-nilai agama dan spiritual, bukan dengan menghalang-halangi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sebab perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat dibutuhkan oleh umat manusia dan sangat bermanfaat bagi kehidupan mereka.
Haul Syekh Samman Al-Madani dan Syekh Yusuf Al-Makassari
Tarekat Khalwatiyah Samman di Sulawesi Selatan esensinya sama dengan dengan tarekat mu’tabarah di luar Sulawesi, karena sebelum masuknya Tarekat Sammaniyah di Sulawesi Selatan, para Masyayikh dari Tarekat ini telah mengamalkan Tarekat Khalwatiyah melalui jalur sanad dari Syekh Yusuf Al-Makassar, sehingga penamaan Tarekat ini identik dengan Tarekat Khalwatiyah.
Pemantapan Thariqah dan Tasawuf melalui Perspektif Hyper Metafisika-Eksakta Tasawuf
Pemahaman thariqah dan tasawuf pada dasarnya tidak boleh berhenti hanya pada pengetahuan umum saja. Tetapi juga harus ditarik pada pemahaman substansi secara unlogic menjadi logic.