Memahami Hakikat Nama

Pada tulisan ini akan dibahas hakikat nama melalui penjelasan Syekh Nafis Al-Banjari mengacu pada tauhidul asma yaitu mengesakan semua nama di alam semesta hakikatnya berasal dari Allah Swt. Hakikat Nama Menurut Syaikh Nafis Al-Banjari Syekh Nafis Al-Banjari dalam kitab Ad-Durrun Nafis menyebutkan, “Nama apapun yang ada di alam ini tentu diberi nama (wujud mutsamma). Dalam arti hakiki sudah jelas bahwa tidak ada nama yang maujud di alam semesta kecuali berasal dari Allah.” Ia melanjutkan, “Oleh sebab itu, kita katakan dan musyahadahkan bahwa pada hakikatnya segala nama apapun juga kembali kepada nama-nama Allah sebagai sumbernya. Zahir nama sesuatu ini pada hakikatnya...

Bolehkah Mewakilkan Perempuan untuk Membaiat?

Pertanyaan: Apakah boleh mewakilkan seorang perempuan untuk membaiat murid? Jawaban: Sebelumnya telah dijelaskan, bahwa perempuan tidak diperkenankan menjadi khalifah thariqah mu’tabarah menurut ulama ahli kasyaf. Oleh karena itu, perempuan juga tidak boleh mewakilkan perempuan untuk membaiat murid, karena orang perempuan tidak boleh mengerjakan sendiri membaiat murid. Hasil ini adalah kesepakatan Para Ulama Thariqah JATMAN dalam Keputusan Muktamar Ke 2 Jam’iyyah Ahlith Thariqah Mu’tabarah di Pekalongan, Tanggal 8 Jumadil Ula 1379 H/9 November 1959 M Keterangan dari kitab:I’anatuh al-Thaalibiin, Juz II: Syarat orang yang menjadi wakil adalah sahnya dirinya sendiri melaksanakan apa yang diwakilkan kepadanya sebagaimana sahnya pelaksanaan oleh orang yang mewakilkan, karena...

Bolehkan Perempuan Menjadi Khalifah Thariqah?

Pertanyaan: Apakah sah seorang perempuan menjadi khalifah thariqah mu’tabarah? Jawab: Seorang perempuan tidak sah menjadi khalifah untuk thariqah mu’tabarah berdasarkan kesepakatan Ahli al-kasyfi (ketersingkapan batin). Hasil ini adalah kesepakatan Para Ulama Thariqah JATMAN dalam Keputusan Muktamar Ke 2 Jam’iyyah Ahlith Thariqah Mu’tabarah di Pekalongan, Tanggal 8 Jumadil Ula 1379 H/9 November 1959 M. Al-Miizaan al-Kubraa, Juz II Hal. 189: Para ulama kasyaf bersepakat, bahwa setiap penyeru kepada Allah (di dalam thariqah) syaratnya harus laki-laki. Kami tidak pernah mengetahui selamanya, seorang perempuan dari kalangan salaf yang saleh yang memimpin majelis untuk mendidik murid (di dalam thariqah), karena kurangnya derajat perempuan. Jika terdapat kesempurnaan pada...

Nabi Isa dan Nisfu Sya’ban

Diriwayatkan sesungguhnya Nabi lsa As pernah berjalan di suatu tempat. Ketika itu, beliau melihat sebuah gunung yang amat tinggi. Maka beliau mendatanginya. Sesampainya di sana, beliau mendapati puncak gunung itu berwarna putih, bahkan lebih putih dari susu, sehingga beliau mengelilinginya, dan beliau merasa terpesona dengan keindahannya. Kala itu Alloh menurunkan wahyu kepada Nabi Isa “Wahai lsa, apakah engkau ingin tau tentang sesuatu yang lebih mengagumkan dari ini??, Nabi Isa Menjawab: “Iya Ya Robbi”. Maka tiba-tiba puncak gunung itu terbelah, dan beliau melihat seorang yang sudah tua memakai baju dari bulu dan di tangannya ada sebuah tongkat hijau dan di sebelahnya...

Thariqah Junaidiyah: Sejarah, Sanad, dan Ajaran

Biografi Imam Junaid Thariqah junaidiyah di nisbatkan kepada Imam Junaid Al-Baghdâdi. Nama lengkap beliau adalah Abû al-Qâsim al-Junaid ibn Muhammad al-Junaid al-Kharaz al-Qawariri al-Baghdâdi, yang memiliki julukan (laqab) sebagai Abû al-Qâsim. Gelar “al-Qawariri” disandarkan pada profesi ayahnya, yaitu seorang penjual kaca. Selain itu, beliau memiliki julukan al-Kharaz, yang artiya pedagang sutera, karena ia seorang pedagang sutera di kota Baghdad. Keluarga al-Junaid berasal dari Nahawand, namun beliau dilahirkan dan tumbuh di Irak, (Rijâl al-Syarh al-Anfâs al-Rauhâniyah, halaman: 5). Imam Al-Junaid merupakan salah seorang shûfi terkemuka dan ia pun seorang ahli fiqih. Beliau bermadzhab kepada Imâm Abû Tsaur. Imam Al-Junaid telah memberikan...

Bagaimana Jika Guru Thariqah Hanya Mengajarkan Zikir Saja?

Pertanyaan: Sebahagian guru Tarekat mengajarkan kepada muridnya hanya zikir saja. Apakah demikian itu menyalahi Rasulullah SAW? Jawab: Mengajarkan kepada muridnya hanya zikir saja, tidak menyalahi Rasulullah SAW, mengigat bahawa Rasulullah Saw mengajarkan kepada Saidina Ali KW hanya zikir saja. Keterangan dari kitab : Al-Maaarif al-muhammadyyah, 81: Sayyidina Ali KW pernah bertanya kepada Nabi Saw. Kata Saidina Ali KW: “Wahai Rasulullah, tunjukkanlah kepadaku jalan terdekat kepada Allah yang paling mudah bagi hamba-hamba-Nya dan yang paling utama bagi Allah!”. Rasululah Saw bersabda: “Wahai Ali, biasakanlah berzikir kepada Allah secara istiqamah pada saat khalwat/suluk!”. Kata Saidina Ali KW:” Begitulah keutamaan zikir dan seperti itulah orang-orang...

Baiat Langsung Kepada Allah Tanpa Melalui Tarekat, Bolehkah?

Ada seorang guru agama yang mengatakan: “Jika kamu sudah punya amalan atau wirid yang sudah boleh kamu lakukan secara istiqomah maka niatlah dalam hati baiat kepada Allah untuk mengamalkan”. Artinya dengan kata lain: “baiat itu tidak harus melalui Tarekat”. Pertanyaan: Benarkah pernyataan guru agama seperti itu? Apa alasannya? Jawab: Apabila perkataan tersebut ada niat ingkar kepada syarat dan amaliah tarekat terutama baiat maka tidak benar dan haram, dan yang mengucapkan terkutuk tidak mendapatkan kebahagiaan selama-lamanya. Keterangan dari kitab : Taqriib al-Ushuul oleh Syaikh Zaini Dahlan, hal 81: Syaikh Abu Utsman mengatakan: Allah melaknat orang yang mengingkari tarekat. Siapa yang beriman kepada Allah dan...

Apakah Thariqah itu Sunah Rasulullah Saw?

Kata-kata sebagian orang bahwa tarekat tidak termasuk Sunah Rasulullah SAW. Pertanyaan: Bagaimana hukumnya orang yang melarang orang lain masuk tarekat Mu’tabarah seperti Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyyah, Qadiriyah, syathariyyah dan sebagainya dan dia berkata bahawa Tarekat tersebut tidak termasuk sunah Rasulullah SAW? Jawaban: Kalau tujuan melarang itu ingkar kepada tarekat, maka orang itu menjadi kufur. Keterangan dari kitab : Jaami’u al- ushuuli al-auliyaa’ hal. 136: Jauhilah ucapan: ” Tarekat orang-orang sufi itu tidak diajarkan dalam Al-Quran dan hadis” karena orang yang berkata seperti itu adalah kafir. Semua Tarekat orang-orang sufi itu sesuai dengan akhlak dan perilaku Nabi Muhammad SAW serta ajaran Allah SWT.

Bolehkah Tidak Bersanad Mengajarkan Tarekat?

Pertanyaan: Apakah boleh orang yang tidak mempunyai sanad yang sambung kepada Rasulullah Saw mengajarkan Tarekat kepada murid? Apakah boleh memberi ijazah kepadanya? Jawab: Tidak boleh, kalau Tarekat itu Tarekat Mu’tabarah seperti Tarekat Naqsyabandiyah, Qadriyah, Khalidiyah, dan semacamnya, yaitu Tarekat yang silsilahnya sampai kepada Rasulullah SAW. Sumber referensi:Khaziinah Al-Asraar, hal. 188: Orang yang silsilah/ sanadnya tidak bersambung ke hadirat Rasulullah SAW itu, terputus dari pancaran rohani dan ia bukanlah pewaris Rasulullah Saw serta tidak boleh membai’at dan memberi ijazah. Ushuul al-Tariq, hal.89: Semua ulama salaf sepakat bahawa orang yang silsilahnya tidak bersambung kepada guru-guru tarekat dan tidak mendapat izin untuk memimpin umat di majlis tarekat, tidak boleh...

Mursyid Melarang Muridnya Menerima Baiat dari Mursyid Lain

Pertanyaan: Apakah boleh seorang mursyid melarang sebagian muridnya menerima baiat dari mursyid yang lain? Jawaban: Boleh, jika mursyid dalam melarang muridnya untuk mengarakan kemashlahatan muridnya. Jawaban ini diambil dari kesepakatan Para Ulama Thoriqah JATMAN dalam Keputusan Muktamar Ke I Jam’iyyah Ahlith Thariqah Mu’tabarah di Tegalrejo, Magelang Tanggal 18 Rabiul Awal 1377 H/12 Oktober 1957 M. “Boleh, kalau di dalam melarang itu untuk mengarahkan murid pada apa yang menjadikan kemaslahatannya.” Referensi dari kitab:Tarwir al -Quluub, hal. 536: Yang kedua belas adalah mursyid tidak boleh lengah dalam membimbing murid-muridnya kepada apa yang menjadikan kebaikan bagi diri mereka.