Sudah menjadi tolok ukur ideal dalam menilai setiap tindakan manusia, pasti kita akan mengacu pada amal apa yang ia perbuat. Demikian pula dalam memprediksi kesuksesan dan kegagalan, sudah barang tentu yang menjadi ukuran wajib adalah seberapa banyak dan sekuat apa konsistensi seseorang dalam menjalani amal yang ia kerjakan. Namun manusia diciptakan dan disifati sebagai: الإنسان محل الخطأ والنسيان Manusia adalah tempatnya salah dan lupa KH. Musthofa Bisri pernah berkata: “Malaikat selalu benar dan setan selalu salah, sedangkan manusia bisa benar bisa salah.” Ketika manusia mampu memahami hal demikian tentu ia akan lebih fleksibel memandang kebaikan dan keburukan yang memang ada...
Inilah Provinsi Lampung; Tuan Rumah Muktamar Ke-34 NU
Muktamar ke-34 NU telah resmi dibuka pada hari Selasa (22/12) oleh Presiden RI, Ir. Joko Widodo yang juga didampingi oleh Wakil Presiden RI, Prof. Dr. (H.C.) K. H. Ma’ruf Amin. Kegiatan ini berlangsung sejak 22-24 Desember 2021 yang tersebar di beberapa titik yaitu Pondok Pesantren Darussa’adah, UIN Raden Intan, Universitas Lampung, dan Universitas Malahayati yang diikuti oleh peserta dari PWNU, PCNU dan banom NU yang tersebar di seluruh Indonesia. Namun, bagi peserta muktamar, kami sarankan anda untuk tidak terburu-buru kembali ke daerah asal pasca muktamar karena ada beberapa destinasi yang layak dikunjungi. Terlebih bagi anda pecinta ziarah, ada baiknya anda mengunjungi...
Weton dalam Akidah, Syirikkah?
Yogyakarta, JATMAN Online – Mahasiswa Ahlut Thariqoh Al Mu’tabaroh an Nahdliyyah (MATAN) Komisariat UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menggelar agenda rutin ‘Majelis Lidz-Dzikr Rotib al Haddad dan Sinau Bareng’ di Selasar Masjid Kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Sabtu (11/12) lalu. Dalam kesempatan tersebut, rutinan MATAN mengangkat tema yang cukup menarik yakni ‘Tasawuf Weton’, yang disampaikan oleh Gus Luthfi Musthofa dan secara rinci membahas hubungan antara weton dengan tasawwuf. Gus Lutfhi Musthofa membuka pembahasan dengan menyerukan moderasi dalam beragama. Hal ini cukup penting dibahas sebagai pembuka agar umat Islam dapat bijak dalam memahami ajaran khas nusantara tersebut. “Dalam beragama, Islam mengajarkan umatnya untuk berada di...
Hakikat Segala Perbuatan, Toleransi Sosial, dan Melatih Kepasrahan
Kebaikan dan keburukan adalah siklus yang selalu dilalui setiap manusia. Tak mungkin manusia itu selamanya baik atau selamanya buruk. Tuhan menciptakan dinamika kebaikan dan keburukan agar tercipta alur kehidupan yang penuh makna dan hikmah. Ketika terlalu berlebihan mencintai suatu perkara, maka perkara yang lain akan tertutup. Hal ini akan menimbulkan fanatisme dan ketidakadilan. Begitu pula berlebihan dalam membenci sesuatu, maka segala kebaikan pada sesuatu tersebut tidak akan terlihat dan yang tampak hanyalah keburukan. Hal inilah yang sering menimbulkan keresahan sosial. Maka cara pandang dan sikap yang tengah-tengah sangat dibutuhkan untuk membangun toleransi sosial sehingga tercipta kemaslahatan bagi kehidupan bersama. Hal...
Gebrak Qolbu, MATAN Yudharta Adakan Ngaji Bareng Takror Pengantar Tasawuf
Pasuruan, JATMAN Online – Dalam menyongsong RTL 2 yang dilaksanakan di Perpustakaan Madrasah Diniyah Ponpes Ngalah, MATAN Yudharta mengadakan Gebrak Qolbu bagi peserta yang akan di kaderisasi untuk melanjutkan proses menjadi anggota MATAN menuju taman cinta melalui Ngaji Bareng Takror dalam pengantar ilmu tasawuf. (09/12/2021) Gebrak qolbu yang diterapkan berbentuk diskusi monolog dan diskusi analog mengenai tasawuf , yang mana dalam pembahasan tersebut merujuk pada kesempurnaan syariat untuk berthariqah bagi seseorang. Adapun kesempurnaan syariat tersebut tidak akan datang bilamana tidak dilengkapi dengan masuknya thariqah. Jadi, antara syariat dan thariqah harus konsisten dan sistematis. Karena diantara keduanya saling berkesinambungan. Maka dari itu, bagi...
Urgensi Mursyid dalam Tasawuf
Perkataan mursyid berasal dari kata irsyada, yaitu memberi tunjuk-ajar. Dengan kata lain, mursyid berarti seseorang yang ahli dalam memberi tunjuk-ajar terutama dalam bidang spiritual, dalam istilah para sufi. Mursyid secara istilahnya (menurut kaum sufi) adalah mereka yang bertanggung jawab memimpin murid dan membimbing perjalanan rohani murid untuk sampai kepada Allah Swt. dalam proses tarbiah yang teratur, dalam bentuk tarekat sufiyah. Para mursyid merupakan golongan pewaris Nabi Muhammad Saw. dalam bidang pentarbiah umat dan pemurnian jiwa mereka (tazkiyah an-nafs), yang mendapat izin irsyad (izin untuk memberi bimbingan kepada manusia) dari para mursyid mereka sebelum mereka, yang mana mereka juga mendapat izin irsyad dari mursyid...
Tiga Penyebar Agama Islam di Pantai Utara Lamongan
Jika melihat jejak Islamisasi oleh walisongo di Pulau Jawa, jalur pantai utara adalah lokasi yang paling banyak ditemukan peninggalan-peninggalan arkeologi dan makam-makam para wali. Terhitung mulai dari makam Sunan Gunung Jati di Cirebon, Syeikh Maghribi di Batang, Syeikh Maulana Jumadil Kubro di Semarang, Sunan Kalijaga dan Raden Patah di Demak, Sunan Kudus dan Sunan Muria di Kudus, Sunan Bonang dan Syeikh Ibrahim Asmaraqandi di Tuban, Sunan Drajat dan Syeikh Maulana Ishak di Lamongan, Sunan Giri di Gresik hingga Sunan Ampel di Surabaya. Terlepas dari seluruh nama-nama di atas, sebetulnya masih banyak lagi makam-makam wali yang belum disebutkan. Khususnya yang ada...
Tingkatan Ilmu dalam Perspektif Tasawuf
Ilmu merupakan sarana paling utama untuk memahami segala pengetahuan yang ada baik pengetuaan bersifat zahir [fisik] maupun pengetahuan yang bersifat batin [metafisik]. Imam Al-Ghazali dalam Kitab Ihya Ulumuddun Jilid I Bab Ilmu mengutip Hadits Nabi menyebutkan “Wahai Rasulullah, amal apakah yang lebih utama? “Beliau bersabda: “Ilmu tentang Allah ‘Azza wa Jallah” lalu ditanyakan’ “Ilmu apakah yang engkau kehendaki? “Beliau bersabda: “Ilmu tentang Allah ‘Azza wa Jallah”. Lalu dikatakan kepadanya: kami bertanya mengenai amal dan engkau menjawab mengenai ilmu”. Maka beliau Saw bersabda: “Sesungguhnya amal sedikit disertai ilmu (mengetahui) tentang Allah Swt. itu berguna dan banyaknya amal serta bodoh mengenai Allah...
Jagat Arsy; Pondok Pesantren Berbasis Thariqah Qadiriyah wa Naqsabandiyah
Tangerang Selatan, JATMAN Online: Dewasa ini, kita melihat perkembangan pondok pesantren yang begitu pesat. Pesantren tidak hanya berdiri di perkampungan-perkampungan kecil, tetapi juga merambah ke kota-kota besar. Salah satunya adalah Pondok Pesantren Peradaban Dunia Jagat Arsy’ yang terletak di Komplek Nusa Loka BSD, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan. Pondok Pesantren Jagat Arsy adalah salah satu pesantren yang berbasis pada Thariqah Qadiriyah Wa Naqsabandiyah (TQN) dengan Wali Mursyid TQN Pondok Pesantren Suryalaya, Hadratussyeikh Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Maslul al-Qadiri an Naqsyabandi. Pesantren ini didirikan oleh KH. Budi Rahman Hakim, MSW, BSW. (Abah Jagat) dan Nyai Siti Amaniah (Ambu Jagat) pada tahun 2009,...
Walisongo Luar Negeri dalam Kitab Manaqib al Auliya’ al Abrar
Nama “Walisongo” mungkin sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia, khususnya muslim di Jawa. Kepopulerannya bahkan dijelaskan pula oleh KH. Bisri Musthofa dalam kitab berbahasa Arab pegon yang berjudul Tarikh al Auliya’ Tarikh Walisanga yang selesai ditulis pada tahun1952 Masehi. Dalam kitab tersebut, KH. Bisri Musthofa tidak hanya menyebutkan Sembilan nama wali, tetapi lebih dari itu. Mereka diantaranya Raden Ibrahim (Sunan Bonang), Raden Paku (Sunan Giri), Raden Syahid (Sunan Kalijaga), Raden Abdul Qadir (Sunan Gunung Jati), Raden Sa’id (Sunan Muria), Raden Amir Haji (Sunan Kudus), Sayyid Muhsin (Raden Wilis), Raden Haji Usman (Sunan Manyuran), Raden Patah (Sunan Bintoro), Raden Usman Haji...